Beranda BERITA TERBARU KUA-PPAS APBD 2017, Belanja Daerah Disesuaikan Dengan Sumber Penerimaan

KUA-PPAS APBD 2017, Belanja Daerah Disesuaikan Dengan Sumber Penerimaan

374
0
BERBAGI

PADANG-MAKLUMAT NEWS.NET–Mahyeldi mengatakan, penetapan target penerimaan daerah diupayakan rasional. Ini mempedomani penerimaan tahun sebelumnya, dan melihat potensi yang ada serta asumsi pertumbuhan
ekonomi.

Pendapatan daerah Kota Padang direncanakan turun sebesar Rp 193 miliar pada 2017 mendatang. Hal itu terungkap saat Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Padang 2017 dalam paripurna di gedung DPRD Padang (24/10).

Pendapatan daerah bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 459,110 miliar, dana perimbangan Rp 1,426 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 72,078 miliar.

Kemudian dalam KUA-PPAS APBD 2017, disebutkan belanja daerah diselaraskan dengan sumber-sumber penerimaan seperti penerimaan dana bagi hasil yang berasal dari pajak dan nonpajak serta Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Berdasarkan beberapa kebijakan dan ketentuan ditetapkan anggaran belanja sebesar Rp 2,213 triliun.

“Dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 1,223 triliun atau 55,28 persen dan belanja langsung Rp 989,79 miliar atau 44,72 persen dari total APBD 2017,” kata Mahyeldi.

Belanja langsung dialokasikan penggunaannya untuk mendukung beberapa kegiatan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan aktual yang dihadapi.

Yakni, dialokasikan untuk urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 yang sudah disepakati bersama DPRD beberapa waktu lalu.

Terkait pembiayaan daerah, ia menjelaskan, dalam KUA-PPAS APBD 2017 meliputi semua transaksi keuangan daerah yang mengakibatkan daerah menerima manfaat yang bernilai uang dari pihak lain.

Untuk penerimaan pembiayaan keseluruhan diperkirakan sebesar Rp 220,016 miliar atau turun dari APBD 2016 sebesar 39,02 persen, yakni dari Rp 383,307 miliar lebih.

Selain itu, lanjutnya, pada penerimaan pembiayaan tersebut yang ditampung ialah perkiraan penerimaan yang bersumber dari sisa lebih anggaran tahun 2016 sebesar Rp 75,200 miliar dan pinjaman daerah Rp 31,136 miliar dan penerimaan piutang dari penundaan DAU 2016 sebesar Rp 121,68 miliar.

Lalu, untuk pengeluaran pembiayaan dialokasikan sebesar Rp 8 miliar dengan rincian penyertaan modal pada PDAM Rp 3 miliar dan Padang Sejahtera Mandiri sebesar Rp 5 miliar.

Erisman menambahkan, Pemko akan fokus pada kegiatan-kegiatan yang belum terlaksana pada 2017 dan bersedia mengurangi anggaran pada OPD yang anggarannya tidak terpaut langsung pada kegiatan-kegiatan yang menjadi fokus utama.

Ketua DPRD Kota Padang, Erisman mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan sesegera mungkin. “Nanti akan dibahas oleh badan anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Padang ungkap Erisman. (mp)

 

LEAVE A REPLY