Beranda BERITA UTAMA Majelis Zikir Babussalam Indonesia Tolak People Power

Majelis Zikir Babussalam Indonesia Tolak People Power

330
0
BERBAGI

PADANG – Seruan untuk tidak terlibat dalam gerakan people power mulai menguat di Sumatera Barat. Seruan untuk tidak menggunakan kekuatan rakyat terkait keputusan KPU pada Pemilu 2019 juga datang dari DPP Majelis Zikir Babussalam Indonesia.

Menurut H. Boy Lestari Dt. Palindih, Ketua DPP Majelis Zikir Babussalam Indonesia, aksi ini dapat menimbulkan perpecahan sesama anak bangsa.

“Jika terjadi people power yang akan jadi korban tetap rakyat. Sebab, rakyat akan berbenturan dengan aparat keamanan,” kata Boy Lestari beberapa kali kesempatan.

DPP Majelis Zikir Babussalam Indonesia mengimbau umat Islam di Indonesia agar menahan diri dan tidak terlibat gerakan people power (kekuatan rakyat) terkait keputusan KPU pada Pemilu 2019. Aksi ini dapat menimbulkan perpecahan.

“Kalau tidak diantisiapasi people power ini yang akan korban tetap rakyat. Mereka ini berbenturan dengan aparat keamanan,” kata Ketua Umum DPP Majelis Dzikir Babussalam Indonesia H. Boy Lestari Dt. Palindih, beberapa waktu lalu.

Ketua Gebu Minang Sumbar ini dengan tegas menyatakan gerakan people power akan menganggu kestabilan politik dan perekonomian. Dijelaskan Boy Lestari, gerakan people power juga melanggar konstitusi.

Isu people power terkait keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilu 2019, yang akan diprediksi akan terjadi pada 22 Mei 2019.

“Diimbau pada umat Islam untuk tidak ikut gerakan people power, karena jelas gerakan ini inkonstitusional yang melanggar hukum,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jangan gara-gara pilpres, pileg ukhuwah islamiah kita hancur. Untuk itu lanjutnya kami imbau seluruh umat islam yang ada di republik ini untuk menahan diri, menahan hati, menahan pemikiran, jangan sampai ada gejolak-gejolak yang akan menimbulkan perpecahan diantara kita,” ucap Boy Lestari.

Ia menyampaikan, sebentar lagi masyarakat Indonesia akan menunggu KPU RI untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin (presiden dan wakil presiden). Begitu juga untuk calon legislatif tingkat kota/ kabupaten, provinisi dan DPR RI.

“Siapapun yang akan mengemban amanat ini secara syariat itu adalah keinginann dari manusia , tetapi secara hakikat keputusan Allah SWT. Kami mengimbau kepada umat Islam yang ada di Indonesia khususnya di Sumbar mari kita tunggu hasil rekapitulasi dari KPU RI, siapa yang akan menjadi pemimpin republik ini,” beber Boy.

Ia menambahkan, ketika KPU RI sudah menetukan siapa yang akan menjadi pemimpin di republik ini, pihaknya mengimbau kepada umat Islam, dalam rangka menjaga NKRI, persatuan Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, mari sama-sama diterima dengan lapanga dada.

“Mari kita terima dengan pemikiran yang cerdas dan mari kita terima dengan kesabaran. Bahwa sesunghuhnya orang yang sabar itu bersama Allah SWT. Indahnya jiwa yang lapang, indahnya hati yang selalu berzikir kepada Allah SWT.Damailah negeriku jayalah bangsaku. NKRI dalam hatiku,” imbuhnya. (agb)

LEAVE A REPLY