Beranda ACEH Masyarakat Aceh Singkil Tagih Janji Bupati Masalah Penyelesaian Tapal Batas Eks Transmigrasi...

Masyarakat Aceh Singkil Tagih Janji Bupati Masalah Penyelesaian Tapal Batas Eks Transmigrasi dengan PT. Nafasindo

355
0
BERBAGI

Aceh Singkil, maklumatnews.net – Ratusan masyarakat Aceh Singkil gelar aksi unjuk guna menuntut janji bupati untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas eks transmigrasi dengan perusahaan PT Nafasindo, di depan kantor Bupati Aceh Singkil, Aceh, Senin 2 Desember 2019.

Wakil ketua eks transmigrasi Burhanudin, dalam orasinya mengatakan, pihaknya menuntut keadilan dan hak masyarakat eks transmigrasi selama ini di nilai lahan para ekstransmigrasi itu diambil oleh perusahaan Malaysia, terangnya.

Menurut Burhanudin, Bupati Aceh Singkil saat ini telah membohongi dirinya berserta empat desa yang di dominasi suku jawa itu yakni Desa Srikayu, Pea Jambu, Bukitharapan/Tran 26 dan Muarapea, jelasnya.

“Dulmusrid juga janjikan ada perubahan selesaikan konflik masyarakat, tapi malah kebohongan-kebohongan terus dipertontonkan,” teriaknya dalam orasi.

Menurutnya, sejak tanggal 22-23 Oktober 2018 lalu tapal batas eks transmigrasi berjanji akan diselesaikan oleh tim terpadu, tapi nyatanya sampai saat ini hanya janji belaka, pikirnya.

Ketua eks transmigrasi Iin Cianjur mengatakan, sejak tahun 1883 plihaknya dikirim oleh presiden Suharto untuk bermukim di lahan transmigrasi, tapi saat ini ribuan hektar lahan transmigrasi masih dikuasai oleh perusahaan PT Nafasindo, terang ketua.

“Kami meminta turunkan DPR, cek induk peta, kalau belum ada penyelesaian. Mana perubahan Aceh Singkil,” ujarnya.

Unjuk rasa itu tidak dihadiri Bupati Aceh Singkil, Dulmisrid. Sehingga yang menanggapi aspirasi unjuk rasa masyarakat eks transmigrasi Asisten I Junaidi.

Junaidi mengatakan, akan melakukan komunikasi dengan dengan Iin Cianjur mengenai proses lahan Extransmigrasi dan akan segera diproses, katanya.

“Proses penanganannya memang lama, masih dalam proses, bukan kita diamkan, tetap kami sahuti,” kata Junaidi.

Menurut Junaidi pihaknya yang diberikan kepercayaan fasilitasi oleh bupati, supaya sampai pada akhirnya.

Namun ungkapan dibantah Iin Cianjur, bahwa dalam proses mekanisme hal itu, sudah sering didengar, pihaknya inginkan kepastian, karena pihak Komisi I DPRK Aceh Singkil sudah siap untuk pengukuran tapal batas.

(Rahmat)

LEAVE A REPLY