Beranda BERITA TERBARU MENATAP EKONOMI INDONESIA TAHUN 2017

MENATAP EKONOMI INDONESIA TAHUN 2017

522
0
BERBAGI
Office Building

SUMBAR-maklumatnews.net

Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 ini diperkirakan berada di kisaran 5%. Angka ini dipandang sudah cukup baik untuk ekonomi Indonesia jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi global. Ekonomi Indonesia memang merupakan ekonomi makro terbuka sehingga pengaruh ekonomi global sedikit banyaknya akan memberi dampak kepada ekonomi dalam negeri. Namun sebenarnya bisa juga tidak ada pengaruhnya, dengan kata lain pengaruh yang muncul pun tidak signifikan.

Dari sisi fiskal, ekonomi Indonesia di tahun 2016 bisa dikatakan cukup baik. Di antaranya dijelaskan dengan adanya tax amnesti yang dipandang berhasil bahkan terbaik di dunia. Demikian juga reformasi perpajakan yang akan terus dilakukan pemerintah. Ini memberikan situasi yang lebih kondusif. Sementara itu target peneriman APBN dari pajak menurut saya sudah cukup bagus. Selain itu pengaruh APBN terhadap sektor riil yang merupakan kegiatan utama mayotitas masyarakat juga terasa membaik.

Dari sisi moneter, ekonomi Indonesia di tahun 2016 mengarahkan berjalannya sektor riil dengan ditandai suku bunga yang dipandang mampu menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pengaruh pemilihan presiden di Amerika Serikat memang ada yaitu melemahnya rupiah. Namun sejauh ini pemerintah menjamin akan baik-baik saja.

Lalu bagaimana dengan tahun 2017? Respon bank dunia dan dana moneter internasional terhadap ekonomi Indonesia cukup baik. Dan ini menggambarkan dukungan kedua lembaga internasional ini kepada ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 diramalkan tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2016. Ini bisa dianggap kabar baik. Minimal tetap berada di angka 5 persen. Yang terpenting adalah bagaimana anggaran yang disediakan pemerintah untuk pembangunan, terutama untuk kesejahteraan masyarakat tetap mengalir. Karena ini akan berdampak luas terhadap berjalannya sektor riil dan juga perputaran uang di masyarakat.

Terkait pengangguran, pemerintah juga sudah menyiapkan program di tahun 2017, di mana solusi yang diberikan adalah program padat karya dan pemberian kredit modal kerja bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah sudah melihat bahwa sektor informal bisa diandalkan untuk menopang perekonomian. Hal ini juga pernah dibuktikan ketika krisis tahun 1998 di mana justru sektor UMKM tetap jalan dan menopang perekonomian, dan sektor formal mengalami pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

Memang ada semacam indikator angka yang menjelaskan berapa pertambahan pekerja jika terjadi 1 persen kenaikan pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini tidak serta merta menjadi basis acuan. Karena di berbagai daerah, dengan kondisi ekonomi budaya sosial adat dan agama, yang terpenting adalah sektor riil tetap berjalan agar perputaran uang terjadi sehingga memberikan muliplier effect yang signifikan.

Sementara itu di sektor pajak, jika tahun 2017 terjadi kenaikan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) jelas akan memberikan dampak positif. Karena berarti pekerja sektor formal bisa meningkatkan konsumsinya. Sehingga secara makro konsumsi akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Jika kondisi ekonomi global semakin berpengaruh kepada ekonomi Indonesia yang membawa dampak negatif, maka konsumsi memang perlu dijaga. Di mana hal ini memerlukan peran pemerintah agar kebijakan yang dikeluarkan berpihak kepada masyarakat dan agar tetap menjaga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan baik dan diandalkan.

Lalu bagaimana dengan energi? Jika dilihat dari energi untuk bahan bakar kendaraan, sebagian besar masyarakat pemilik kendaraan saat ini sudah mulai terbiasa beradaptasi dengan naik turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan BBM jenis baru seperti Pertalite yang harganya lebih mahal semakin meningkat permintaannya. Dan saat ini masyarakat sudah mulai mengurangi keluhan akan mahalnya harga barang dan jasa akibat kenaikan harga BBM. Namun demikian, pemerintah tetap perlu mengawasi masalah harga barang dan jasa karena merupakan hajat hidup masyarakat banyak.

Sementara itu di sektor energi kelistrikan, pemerintah mendorong berkembangnya energi terbarukan seperti mikrohidro dan panas bumi. Meskipun kesannya lamban, namun diharapkan dukungan pemerintah ini pada tahun 2017 semakin menunjukkan progresivitas yang signifikan. Karena masyarakat juga sudah mengalami pemadaman listrik yang menurukan produktivitas mereka.

Sementara itu sektor infrastruktur, pemerintah juga terlihat ambisius guna memperlancar aktivitas barang dan manusia sehingga ekonomi bisa menjadi semakin baik dan berdampak positif. Dana yang diperlukan untuk infrastruktur ini sangat besar. Di satu sisi memang perlu prioritas dan juga realistis agar sesuai dengan anggaran yang ada.Namun sepertinya pemerintah memandang perlunya percepatan di sektor infrastruktur karena selama ini perkembangannya kurang cepat. Ini perlu diapresiasi.

Prioritas dan realistis ini sebenarnya juga perlu jika dikaitkan dengan jumlah hutang dan bunga yang harus dibayar pemerintah tiap tahun. Karena jika persentasenya semakin besar akan berakibat berkurangnya alokasi dana untuk pembangunan, terutama yang terkait langsung dengan kesejahteraan masyarakat. (efs)

LEAVE A REPLY