Beranda BERITA TERBARU Nagari Sarilamak Butuh Pimpinan yang Berwawasan, Tegas, Dan Mengenali Nagarinya

Nagari Sarilamak Butuh Pimpinan yang Berwawasan, Tegas, Dan Mengenali Nagarinya

221
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Sesuai dengan keputusan dari Bupati Lima Puluh Kota Tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara, Tahapan Pelaksanaan serta Penetapan Nagari Peserta Pemilihan Wali Nagari Serentak di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2022 ini, Nagari Sarilamak termasuk salah satu nagari yang menggelar pesta demokrasi pemilihan wali nagari tersebut.

Mengingat Nagari Sarilamak sebagai IKK (Ibu Kota Kabupaten), tentu Pemilihan Wali Nagari di Sarilamak ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dibahas karena Sarilamak merupakan miniaturnya Lima Puluh Kota, sehingga keeradaanya menjadi barometer Pemilihan Wali Nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Status Nagari Sarilamak sebagai IKK menuntut Pemimpin atau Wali Nagarinya yang punya wawasan luas, mengerti akan pemerintahan, dapat mengakses ke pemerintahan yang di atas serta menjaga komunikasinya dengan perangkat dan masyarakat di lapangan,” sebut Mantan Wakil Ketua KNPI Provinai Sumatera Barat, Altoyo saat diwawancara media, Sabtu (21/5) malam.

Ditambahkan oleh warga Kandang Lamo, Jorong Sarilamak itu, selaku IKK tentunya Nagari Sarilamak punya tantangan dan tekanan yang berbeda jika dibandingkan dengan nagari yang lain. Sebagai pusat pemerintahan, pastinya banyak kepentingan dan persoalan yang kadang kala melabrak regulasi yang ada. Makanya selagi berjalan ditracknya, wali nagarinya dituntut tegas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta tidak bersikap arogan.

“Nagari sebagai bagian dari pemerintahan yang tidak terlepas dari adat dan budaya, menuntut pemimpinnya yang juga harus memahami kondisi real nagarinya, memahami persoalan-persoalan di internal nagari dan seluk beluk lainnya. Sebagai contoh, masalah klasik anak nagari, prioritas pembangunan, pembagian kewenangan dan wilayah kerja atau yang lainnya. Jadi tentu tidak mungkin Nagari Sarilamak ini dikomandoi oleh orang yang tidak mengenal akan nagarinya,” kata Altoyo.

Terakhir, Altoyo menambahkan kalau memimpin nagari ini bukan untuk ajang uji coba.

“Bagaimanapun pemimpin yang menetap dan sudah berkecimpung di nagari ini, berkontribusi untuk nagari ini, lebih pantas dan layak untuk diamanahkan, bukan orang yang mempertontonkan perpecahan atau isi kantongnya yang banyak” tutupnya. (FS)

LEAVE A REPLY