Beranda BERITA UTAMA Oknum Pegawai Lapas Biro Ditangkap BNNP Sumbar Bawa Sabu, Begini Kronologisnya

Oknum Pegawai Lapas Biro Ditangkap BNNP Sumbar Bawa Sabu, Begini Kronologisnya

503
0
BERBAGI

PADANG – Informasi dari BNNP Sumbar, kasus ini terungkap pada 30 April 2019 napi Lapas Biaro David Suarno, memesan sabu seberat 500 gram dan ekstasi sebanyak 100 butir kepada Handani. Setelah terjadi kesepakatan maka David Suarno meminta dicarikan kurir kepada napi lainnya Feri Irawan. Kemudian, Feri Irawan menyuruh Afriadi untuk menjemput narkotika ke Kota Pekanbaru. Afriadi berangkat bersama Armen.

Sesampai di Pekanbaru Afriadi dan Armen tidak bertemu Iangsung dengan orang yang menyerahkan sabu dan ekstasi. Narkotika itu diambil di salah satu tempat. Setelah mendapatkan kedua jenis narkotika tersebut Afriadi dan Armen, menuju Kota Padang.

Sesampai di Biaro, Kabupaten Agam, atas perintah Feri Irawan, Afriadi menyisihkan sabu sebanyak 10 gram dan ektasi sebanyak 85 butir, kemudian diletakkan didalam kotak rokok dan diselipkan dibawah pintu Lapas Biaro.

Kemudian, oknum pegawai Lapas Thendry Crisandi, menyuruh tamping dan pegawai Iainnya untuk mengambil dan kemudian diantarkan kepada tersangka David Suarno. Namun, Thendry Crisandi tidak menjelaskan secara detail isi bungkus rokok tersebut.

“Terhadap Afriadi dan Armen didekat jembatan rusak di daerah Kayu Tanam kec 2 x 11 enam Lingkung, Padangpariaman,” jelas Khasril.

Setelah dilakukan pengembangan ke lapas Biaro, ditangkap seorang oknum pegawai lapas Biaro, yakni Thendry Crisandi dan turut diamankan 2 orang narapidana, David Suarno dan tersangka Feri Irawan

“Berdasarkan pengakuan tersangka David Suarno akhirnya diketahui pemain utama dari peredaran narkotika yang telah berhasil ditangkap sebelumnya tersebut yaitu tersangka Handani,” ujar Khasril.

Handani diketahui merupakan residivis tindak pidana narkotika yang sudah 2 kali menjalani hukuman di Lapas kelas II A Pekanbaru yaitu pada tahun 2010 dan 2014. Handani juga diketahui memasok narkotika jenis sabu sebanyak 500 gram dan ektasi sebanyak 100 butir dari temannya yang berada di Kota Pekanbaru Riau.

Khasril menyebutkan, tersangka kasus narkotika dijerat Pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1 undang-undang nomor 35 tentang narkotika ancaman 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Handani, tersangka kasus narkotika yang juga terjerat kasus TPPU mengaku dijebak oleh David Suarno, napi yang sedang ditahan di Lapas Biaro. Sebab itu, ia sangat berharap si David Suharno bersedia menjadi saksi yang meringankannya saat persidangan nanti.

Terpisah, Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusi (Kanwil Kemenkumham), Sunar Agus, mengatakan, tiga dari enam orang yang terlibat narkotika itu memang pegawai berstatus PNS di Lapas Biaro dan narapidana

“Ya, waktu itu Kabid Pemberantasan BNNP Sumbar ke sana (Biaro) sama saya. Betul. Tiga orang yang terlibat satu pegawai lapas dan dua napi,” kata Sunar Agus, saat dikonfirmasi

Sunar Agus menyebutkan, pegawai tersebu sudah diberhentikan sementara. Ia pun berharap proses hukum yang melibatkan seorang pegawai lapas tetap dilanjutkan sampai tuntas.

“Jangka waktunya sampai putusan hakim. Harapan saya lanjut. Tapi kan tergantung yang menangani kasus itu. Bagi saya pegawai yang sudah menyentuh narkoba harus berhenti,” tegas Sunar.

Sedangkan dua napi yang terlibat itu sambung Sunar Agus, hak-haknya terancam tidak akan diberikan. Mereka pun dikategorikan sebagai napi yang high risk(risiko tinggi).

“Yang dua napi tentu nanti akan kita masukan high risk (risiko tinggi), tidak dapat potongan remisi, dan sebagainya. Hukuman lama tambah dengan hukuman baru,” sebut Sunar Agus. (aaa)

LEAVE A REPLY