Beranda BERITA TERBARU Para Nelayan Tradisional Pencari Kipang Datangi Kantor Karantina Ikan Dampak Dicabutnya Izin...

Para Nelayan Tradisional Pencari Kipang Datangi Kantor Karantina Ikan Dampak Dicabutnya Izin Export CV. Soon Ho.

789
0
BERBAGI

Belawan.Maklumatnesw.net. Para Nelayan Tradisional pencari Kipang ( gurita kaki panjang) yang berkisar 500 orang nasibnya terlunta lunta untuk menjual hasil tangkapannya melaut dikerenakan terjadi Penurunan Gead C di CV Soon Ho yang di lakukan pihak karantina perikanan terhadap CV. Soon Ho.tempat para nelayan menjual hasil tangkapanya di laut.

Hal ini diketahui ketika Wartawan Media Online Maklumatnesw.net yang sedang berada di lokasi saat berjumpa dengan beberapa orang nelayan mewakili dari teman teman nelayan lainnya yang sama profesi dalam melaut mencari Kipang (gurita kaki panjang) ketika datang untuk menanyakan dan mengadukan nasibnya atas hal kenapa CV Soon Ho yang selama ini tempat mereka menjual atau tempat penampungan hasil laut yang mereka,harus mengalami Penurunan Gread C oleh Karantina perikanan Wilayah ll Belawan. Namun kunjungan para nelayan yang ingin bertemu dengan pimpinan Karantina Edi Santoso yang datang sekitar pukul 10.00 wib ditunda pertemuannya sampai pukul 14.00 wib dikarenakan padatnya jadwal kerja pimpinan kartina memberikan alasan kepada para perwakilan nelayan Tradisonal pencari Kipang (gurta kaki panjan) yang datang.

Selama ini kami  para nelayan Tradisional pencari (Kipang) yang berjumlah sekitar 500 orang, Kami menjual hasil tangkapan kami ke CV. Soon Ho. Karna di CV soon Ho ini kami bisa menjual harga lebih tinggi dari pada ke tempat penampungan Exprort yang lain, dan sistim penimbangannya jauh lebih transparan bagi kami, karna kami bisa melihat langsung dan mensortir barang hasil tangkapan kami melaut mana yang bisa di exprort dan mana yang tidak, karna CV. Soon Ho mengalami peurunan Gread C yang berdampak tidak bisa mengexport ke Negara yang mempunyai hubungan mitra dengan Indonesia oleh pihak Karantina. jadi kami kesusahan bang buat menghidupi keluarga kami dirumah yang mana mata pencarian kami hanya semata mencari (kipang) di laut. Dan itu pun kami melaut dengan cara sangat tradisional sekali. Mencari kepang hanya mengunakan alat bantu papan dan senter Ungkap salah seorang nelayan Yuzarman MS. Atau biasa dipangil Pak Way  kepada wartawan saat jumpa di halaman kantor karantina perikanan wilayah II Belawan.Senin (21/10/2019) sekitar jam 11.00 Wib.di Jl. Gabion Belawan. Kecamatan Medan Belawan Sumatra Utara.

Saat dikonfirmasi Pimpinan Karantina Perikanan Belawan II Edi Santoso yang didampingi Arif bagian pengendalian parmasi di ruang kerjanya membenarkan atas penurunan Gread yang ada pada CV Soon Ho dikarenakan setelah melakukan survelen kelayakan exprort yang biasa di laksanakan  satu kali dalam pertiga bulan dimana di temukan pelanggaran serius yang harus di perbaiki oleh CV Soon Ho. Namun pihak karantina enggan untuk menyampaikan pelangaran serius yang di lakukan CV. Soon Ho. Silahkan tanyakan langsung sama CV. Soon Ho. Karna kita tidak layak buat membeberkan pelangaran serius yang di lakukan Terang Pihak Karantina Edi Santoso.

Lebih lanjut Edi Santoso juga menguraikan dalam persyaratan Export, kita harus mempunyai HACCP Hazard Analising Critical Control Point. Yang mana dari Hazard ini mempunyai dua kategori Klarisifikasi A dan B yang boleh melakukan Export kenegara yang bermitra dengan Indonesia Kalau klasifikasi C atau penurunan Gread C bisa melakukan export ke negara selain yang bermitra dengan Indonesia. Ketika melakukan survelen oleh pihak kami dalam menilai kelayakan pengolahan ikan dan ada penurunan Gred memdapatkan klafikasi C untuk CV. Soon Ho. Dan Kami dari pihak yang berwenang meminta agar pihak CV. Soon Ho agar memperbaiki kembali Klafikasi untuk CV Soon Ho agar bisa layak kembali melakukan export kenegara yang mempunyai hubungan Kemitraan dengan Indonesa yaitu Eropa, China, Korea, Vietnam, Canada, Rusia, Australia.Tutup Adi Santoso dalam Keterangannya.

Dihari yang sama dan pada waktu yang berbeda Saat di mintai keterangannya Pemilik CV. Soon Ho,(So Huan ) atau biasa dipangil Pak Aho yang beralamat di Jl. Gabion juga menyampaikan kepada Wartawan saat di konfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan Sangat menyayangkan atas kinerja dari pihak Karantina, dimana banyak prosedur yang berlaku pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang tertulis. Salah satu contoh seperti yang pernah saya alami ketika saya ingin mengirimkan semple contoh barang ke taiwan namun ketika dukumen setelah lengkap saya penuhi tiba tiba saja adalagi peraturan sering banyak berubah ubah dengan alasan kebijaksanaan pimpinan yang disampaikan pihak karantina kepada saya. Dan atas penurunan Gread yang terjadi pada CV.Soon Ho ini saya juga meresa sangat kecewa karna setahu saya semua prosedur sudah saya penuhi tapi ada saja yang terjadi kesalahan menurut pihak Karantina.

Padahal sejauh ini saya sebagai exportir ingin juga membantu mensejahterakan para nelayan tradisional yang menjadi suplayer saya. Karna saya merasa prihatin atas cara penangkapan para nelayan melaut yang sangat tradisional yang cuma mengunakan alat bantu mengunakan Papan dan senter dalam mencari (Kipang) Karna peraturan yang begitu rumit  yang tidak sesuai dengan yang tertulis membuat saya sebagai exportir menjadi bingung dalam pelaksanaan pengurusan sertifikat export yang sering mempersulit sehingga berdapak kepada suplayer saya yaitu para nelayan yang menjual hasil tangkapan melautnya kepada saya. Tutur Pak Aho kepada wartawan memberikan keterangan.

Penulis : Wira

Editor.   : Redaksi.

 

LEAVE A REPLY