Beranda BERITA TERBARU PASAMAN BARAT, MASIH DIANGGAP RAWAN LAKA LANTAS”

PASAMAN BARAT, MASIH DIANGGAP RAWAN LAKA LANTAS”

461
0
BERBAGI

Simpang Empat MaklumatNews.net
Akibat dari kelalaian orang tua, serta kurangnya pengawasan, dan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas, malah menjadikan jalan raya sebagai arena trek trek liar, hal ini cukup menjadi perhatian serius petugas lalu lintas di daerah ini” simpang Empat Pasaman Barat, masih di anggap rawan.

Dalam hal trek trek liar, sepeda motor, dan hampir tiga kali dalam seminggu, selalu terjadi peristiwa laka lantas, bahkan kerap merenggut korban jiwa.

Kasat Lantas, Polres Pasaman Barat, IPTU Avani Erliansyah kepada koran ini menyebutkan, khusus kerawanan ajang trek liar, “fatalitas kita sangat tinggi di sini, tidak hanya di simpang 4 ini saja, kondisi rawan trek liar seperti kinali, gunung tuleh, ujung gading, kita kerap melakukan penertiban.

Terangnya lagi, bahkan kita pernah razia malam, kita mengira kalau itu ada pos posnya untuk trek trek an, bahkan kita koordinasi dengan wali jorong nya, dan ternyata itu tidak ada disana perkumpulan para oknum masyarakat untuk trek liar itu, mereka hanya bertemu, dan langsung kebut kebutan, jelas Avani”

Ketika di tanya, tentang rutinitas petugas dalam melakukan razia, menurut Avani, ya kadang kita 12 jam, nanti jika di gelar razia razia, malah nanti di kegiatan lain, tidak ada anggota nya, sedangkan kita terus mengawasi masyarakat, sedangkan masih banyak pos pos kita yang belum terisi, ya mudah mudahan akan segera di perbaiki dengan polisi polisi yang baru, dengan jumlah polisi yang akan semakin bertambah, bisa memenuhi kekurangan keurangan personil, kalau kuota, standarnya 85 orang personil, sekarang kita hanya 32 orang, mudah mudahan dengan anggota yang baru nantinya, akan bisa memenuhi kebutuhan, sehingga masyarakat bisa lebih terayomi dengan baik”

Terkait dengan razia, lanjut Avani, “terkadang serba salah pak” kita adakan razia, mereka akan numpuk numpuk, di sebelum dan sesudah lokasi di tempat razia dilakukan, mereka rela duduk disana berlama lama menunggu hingga petugas selesai memeriksa kelengkapannya, apakah itu sim, STNK dan segala kelengkapan berkendara, justeru dengan penumpukan tersebut, malah mengakibatkan kemacetan, di situlah dilemanya, kita ingin, bagaimana masyarakat pemakai jalan itu tertib, sehingga akan menciptakan suasana yang kondusif dijalan raya,”.

Menurut Avani, tidak jarang juga kita melihat, khusus pengendara mobil, memakai sabuk pengaman cuma di pagi hari saja,” itu pun jika melewati kawasan yang ada petugas nya, jika tidak ya sabuk pengaman di lepas lagi, padahal itu untuk kemanan nya sendiri, jiwanya akan bisa terselamatkan dengan dia memakai sabuk pengaman jika terjadi tabrakan’ nah ini yang tidak di sadari, jelas Avani”

Disamping kita kerap lakukan pembinaan, penerangan sampai ketingkat sekolah dasar menengah dan atas, disisi lain, kita juga mengharapkan kepada para orang tua anak anak, jangan lah memberikan sepeda motor kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk berkendara, karena labilitas mereka masih terlalu tinggi, juga diharapkan, berikan pengawasan kepada anak anak kita, jelaskan bahwa kendaraan, bukan mainan yang bisa di sepelekan, karena kendaraan “apakah itu mobil terlebih lagi sepeda motor, masih menjadi mesin pembunuh nomor satu hingga saat ini,

Avani menambahkan, untuk itu kita dari kepolisisan tidak henti henti nya memberikan himbauan, perhatian kepada para anak anak seusia, remaja, maupun pra remaja, untuk lebih waspada terhadap kecelakaan, jangan lengah, lalai, dengan bermegah megah, dengan treck trek kan dijalan, apalagi jalan di pasaman barat ini sudah bagus, malah mengundang nafsu untuk kebut kebutan, hal ini untuk semata demi keselamatan para anak muda selaku generasi bangsa untuk masa yang akan datang” papar Avani” (Gus-Y/M)

LEAVE A REPLY