Beranda BERITA TERBARU Pendidikan Budi Pekerti , “Hidup Harus Penuh Makna dan Rasa Untuk Raih...

Pendidikan Budi Pekerti , “Hidup Harus Penuh Makna dan Rasa Untuk Raih Insan Kamil”

337
0
BERBAGI

PASAMAN BARAT-maklumatnews.net- Kemajuan ilmu teknologi sangat cepat berkembang serta sudah memasuki babak baru, disegala aspek kehidupan manusia tidak akan pernah luput dengan yang namanya teknologi.

Perkembangan teknologi dapat memberikan dampak negatif bagi seseorang, apa bila tidak diimbangi dengan penguasaan mental yang baik maka bisa mengakibatkan timbulnya sikap apatis dan dilematis. Sangat banyak manusia dizaman sekarang ini terjerumus dan tergoda pada pola pola hidup instan yang semuanya cenderung masuk kearah yang negatif.

Sering kita dengar dan kita lihat di pemberitaan kemerosotan moral sudah pada titik kritis. Tawuran terjadi dimana mana, perkelahian antar sekolah semakin meraja lela,korupsi semakin susah untuk diberantas, bahkan kesopanan satu individu kepada individu lainnya sudah jauh berkurang. Kalau ini tidak segera ada gerakan cepat tanggap darurat, maka seperti apa dunia ini kedepannya.

Maka dari itu pendidikan sejak dini sangat diperlukan, bahkan sejak dalam kandunganpun juga perlu pendidikan. Dalam dimensi agama bila sang ibu sedang mengandung, maka orang tua ada yang berusaha dengan membaca ayat-ayat suci dengan harapan anaknya kelak bila sampai ke dunia akan menjadi anak yang bermoral tinggi dan bermartabat.

Kalau dalam dunia barat dalam proses pendidikan dalam kandungan oleh orang tuanya dibunyikan musik-musik klasik dengan harapan jiwa sang anak kelak bertemperamen baik.

Konteks budi pekerti asumsi kita adalah sesuatu yang berakhlak dan tingkah laku yang baik, tetapi sesungguhnya disamping hal tersebut pembentukan nilai-nilai jiwa manusia juga perlu digarap.

Fungsi pembentukan pribadi adalah satu fungsi pendidikan, fungsi tersebut merupakan aplikasi dari kejiwaan pribadi manusia.

Sebagai pendidik seyogyanya jangan segan – segan untuk membentuk jiwa-jiwa yang berbudi pekerti luhur dalam setiap waktu dan kesempatan. Jangan kita hanya mengejar aspek kognitif dan psykomotor saja tetapi faktor afektif juga sangat perlu digarap. Dengan harapan bisa untuk menjawab pola kehidupan yang penuh tantangan dan mengglobal.

Hakikat Budi Pekerti, Hawa nafsu dan pamrih merupakan sumber kegelisahan dan penderitaan. Maka hawa nafsu sangat perlu dikendalikan. Manusia harus bisa mengolah batinnya agar dapat mengatasi segi lahiriahnya. Batinnya harus selalu dekat dengan Tuhan sebagai segala sumber ketenangan.

Budi yaitu pikiran yang jernih, Pekerti adalah tindakan atau tingkah laku, di mana tingkah laku dalam keseharian harus diiringi dengan pikiran yang jernih.

Olah batin akan memunculkan budi yaitu pikiran yang jernih yang memberikan aba-aba kepada cipta dan berpengaruh kepada rasa. Panca indra jangan sampai bertentangan dengan aturan budi pekerti.

Pengertian pendidikan budi pekerti adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku yang luhur dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.

(HELISWAN,SP,M.Si, Sandaran Rajo)

LEAVE A REPLY