Beranda BERITA TERBARU Penjaga Makam Yesus di Yerusalem Tolak Kunjungan Wapres AS

Penjaga Makam Yesus di Yerusalem Tolak Kunjungan Wapres AS

354
0
BERBAGI
Republican vice presidential nominee Mike Pence holds a joint news conference with U.S. House Speaker Paul Ryan (R-WI) (not pictured) following a House Republican party conference meeting in Washington, U.S. September 13, 2016. REUTERS/Jonathan Ernst
YERUSALEM-maklumatnews.net–Pemegang kunci Gereja Makam Suci di Yerusalem menolak untuk menyambut Wakil Presiden (wapres) Amerika Serikat (AS) Mike Pence yang akan mengunjungi Kota Tua Yerusalem bulan ini. Sikap penjaga situs yang diyakini sebagai makam Yesus ini sebagai protes atas pengakuan Presiden Donald Trump bahwa Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel.

”Kami mendapat perhatian bahwa Wapres Presiden Pence bermaksud untuk melakukan kunjungan resmi ke Gereja Makam Suci, dan meminta saya untuk menerimanya secara resmi,” tulis Adeeb Joudeh, sang pemegang kunci Gereja Makam Suci, dalam sebuah surat pada hari Rabu (13/12/2017), yang dilansir Channel2.

”Saya benar-benar menolak untuk secara resmi menyambut Wakil Presiden Amerika Pence di Gereja Makam Suci dan saya tidak akan secara fisik berada di gereja selama kunjungannya,” lanjut dia.

”Ini adalah ungkapan kecaman saya atas pengakuan Presiden Donald Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” ujarnya.

Gereja Makam Suci terletak di Christian Quarter, Kota Tua Yerusalem. Situs itu berisi tempat-tempat yang diyakini sebagai lokasi di mana Yesus disalibkan, dikuburkan dan dibangkitkan.

Pence merupakan penganut Katolik Roma dan kini mengidentifikasi diri sebagai seorang Kristen evangelis.

Tak hanya pemegang kunci Gereja Makam Suci, kelompok Kristen terkemuka di kawasan Yerusalem juga telah memberi isyarat bahwa mereka tidak akan menyambut Wapres Pence dalam kunjungan resminya setelah keputusan Trump soal status kota suci tersebut.

Pemimpin Gereja Kristen Koptik Mesir pada pekan lalu telah memutuskan untuk menolak bertemu Pence. Alasannya, keputusan AS soal Yerusalem tanpa pertimbangan perasaan jutaan orang.

(mas)
sindonews

LEAVE A REPLY