Beranda BERITA TERBARU Pepesan Kosong Bagi Rakyat, Akibat Transaksi Fantastis Politik

Pepesan Kosong Bagi Rakyat, Akibat Transaksi Fantastis Politik

583
0
BERBAGI

Oleh : Zulkifli (Ketua Forum Kelompok Siaga Bencana Kota Padang)

Praktek politik Indonesia lebih dalam satu dasawarsa terakhir ini, istilah mahar politik telah dipahami publik sebagai transaksi di bawah tangan (illicit deal), yang melibatkan pemberian dana dalam jumlah besar dari calon untuk jabatan yang diperebutkan (elected office) pada saat pemilu maupun pilkada, melalui partai politik yang menjadi kendaraannya.

Banyak calon yang berkilah tentang mahalnya kendaraan politik untuk mencapai sebuah kekuasaan, dengan berdalih bahwa untuk biaya operasional.

Publik memahami memang sebuah organisasi membutuhkan biaya operasional dalam menjalankan roda organisasi, kalau pun ada mahar politik dengan batas kewajaran, itu sah-sah saja dan publik pasti bisa memahami.

Tetapi kalau transaksional mahar politik sudah mencapai puluhan milyar, maka sudah sepatutnya di waspadai tentang keberlangsungan tatanan di jajaran pemerintahan dan kehidupan bernegara.

Bayangkan saja kalau ada calon kepala daerah mampu membayar mahar hingga 20 milyar, sementara periode kepala daerah hanya 5 tahun, berapakah gaji kepala daerah itu sesungguhnya..???

Jika dikalkulasikan, modal yang harus di kembalikan sebesar 400 juta rupiah setiap bulannya. Mustahil ada manusia yang bersedia menggelontor rupiah nya hanya untuk cuma – cuma. Ingat, tidak ada makan siang yang gratis.

Kalau masyarakat tidak arif dalam menentukan sikap untuk memberikan hak suara, maka yakinlah Indonesia khususnya Kota Padang tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan ekonomi. Masyarakat hanya akan selalu di jadikan objek untuk merebut kekuasaan saja. Pemahaman politik, keterbatasan janji untuk mengatasi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan itu hanyalah sebuah nyanyian politik alias pepesan kosong belaka, menjelang kekuasaan itu di dapat.

Karena setelah duduk nanti mereka sudah pasti hanya akan memikirkan cara untuk mengembalikan modal dengan untung yang lebih besar.

LEAVE A REPLY