Beranda BERITA TERBARU PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA, MENGENANG SEJARAH KELAM PEMBERONTAKKAN PKI

PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA, MENGENANG SEJARAH KELAM PEMBERONTAKKAN PKI

246
0
BERBAGI

 

Tanah Datar, Maklumatnews.net

1 Oktober merupakan lembaran hitam dalam sejarah bangsa Indonesia dengan terjadinya upaya pemberontakan sehari sebelumnya yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

Upaya merubah Pancasila sebagai dasar dan Ideologi negara Indonesia itu berhasil digagalkan meskipun mengorbankan beberapa Jendral, Prajurit TNI dan beberapa anak bangsa yang merupakan putra -putra terbaik negara ini dengan gelar kehormatan sebagai “Pahlawan Revolusi”.

Hari itu setiap tahunnya diperingati seluruh bangsa Indonesia sebagai hari Kesaktian Pancasila sebagai upaya mengingat kembali sejarah kelam bangsa atas pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) tersebut.

Untuk tahun ini, mengingat Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung serta sesuai surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, kepada pemerintah daerah dan instansi pemerintah lainnya agar mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti Jakarta melalui siaran TVRI atau kanal youtube Kemendikbud RI.

Tidak terkecuali di Kabupaten Tanah Datar, Sekda Irwandi bersama Staf Ahli, Asisten, Kabag dan Kasubag di lingkup Sekretariat Daerah mengikutinya di Aula Eksekutif, Kamis (01/10), begitu juga perangkat daerah dan instansi vertikal mengikuti upacara di kantor masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Joko Widodo Presiden RI bertindak selaku inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020 bertemakan “Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila” di Monumen Pancasila Sakti, Kawasan Lubang Buaya Jakarta Timur  setta dihadiri Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Adapun teks Pancasila dibacakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti.

Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani Ikrar serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membacakan doa.

Usai upacara, Presiden dan rombongan melakukan napak tilas di monumen Lubang Buaya yang merupakan saksi bisu para jenderal dan prajurit TNI pahlawan Revolusi disiksa lalu dikubur di satu lubang yang berdiameter 75 cm berkedalaman 12 meter. (N-05).

LEAVE A REPLY