Beranda BERITA TERBARU Perkara Penipuan Mantan Caleg Demokrat Dianggap Lambat, PH Surati Kapolri

Perkara Penipuan Mantan Caleg Demokrat Dianggap Lambat, PH Surati Kapolri

304
0
BERBAGI

Limapuluh Kota -maklumatnews.net- Kasus perkara penipuan mantan Caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Rezka Oktoberia dianggap berjalan lambat oleh korban ditangan Polres Limapuluh Kota. Penasehat Hukum korban menilai seluruh bukti sudah terpenuhi oleh penyidik dan sudah bisa dilimpahkan ke kejaksaan.

“Pada dasarnya, kami percaya dengan kinerja penyidik di Polres Limapuluh Kota. Tapi sekarang ada yang aneh dan berjalan lambat dalam penanganan kasus ini. Penyidik masih melengkapi berkas dan bukti perkara,” sebut Penasehat Hukum Korban, Jonni Lumbantoruan yang akrab disapa Toruan ini kepada media, Rabu (22/4/2020).

Alasan mengatakan lambat ini disebutkan Toruan karena seluruh bukti dan perkara sudah lengkap ditangan penyidik sejak tiga minggu yang lalu. Apalagi, Rezka Oktoberia secara sah sudah dinyatakan tersangka oleh Satreskrim Limapuluh Kota dan kalah dalam pra peradilan dua bulan yang lalu.

“Karena inilah saya sebagai penasehat hukum pak Zamhar Pasma Budhi selaku korban penipuan Rezka Oktoberia mengirimkan surat kepada Kapolri untuk ditindaklanjuti,” jelas Toruan.

Surat ini tidak lain untuk mendesak Kapolri menginstruksikan penyidik Polres Limapuluh Kota untuk bekerja profesional dan cepat. Dengan kata lain, perkara ini bisa cepat diselesaikan dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Toruan yang juga pensiunan anggota Polri dan lama di Penyidik juga mengatakan dalam perkara Rezka Oktoberia ini cukup aneh. Asalnya, bagi terlapor yang telah nyata ditetapkan sebagai tersangka dan kalah di pra peradilan malah tidak ditahan oleh penyidik.

“Soal Rezka Oktoberia masih bebas melanggeng diluar juga menjadi catatan bagi kami. Tersangka yang kalah di pra peradilan dan masih melanggeng diluar, mungkin ini baru yang pertama kali di Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Zul Andri mengatakan perkara Rezka memang belum tuntas dikarenakan masih ada satu saksi ahli yang belum dimintai keterangan. Saksi tersebut berdomisili di Kota Medan.

“Memang belum tuntas. Karena kami masih melengkapi P-19 yang diminta oleh Kejaksaan. Ada dua saksi saksi ahli dibidang IT untuk menganalisis maupun memforensikkan Handphone Korban. Saksi ahli yang berdomisili di Jakarta sudah kami minta keterangan. Sekarang tinggal satu saksi lagi yang berdomisili di Medan,” kata Zul Andri ketika dikonfirmasi media.

Ia juga mengatakan hasil forensik handphone korban ini sangat diperlukan untuk memperkuat bukti kasus penipuan Rezka Oktoberia. Jika sudah diambil keterangan untuk saksi ahli yang di Medan ini, seluruh berkas dan bukti sudah bisa dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tinggal satu ininsaja lagi. Jika sudah siap, secepatnya kami limpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Namun, keterlambatan ini disebutkan Zul Andri tidak terlepas dari pengaruh Wabah Corona. Para penyidik terkendala menghampiri saksi ahli ke Medan karena didaerah tersebut adalah zona merah Covid-19.

“Susahnya disana. Karena pandemi corona ini. Penyidik memang diharuskan untuk datang ke Medan. Disamping meminta keterangan daksi ahli, juga mengambil hasil labor forensik IT handphone korban. Karena labor forensiknya di Medan,” ucapnya. (FS/Agg).

LEAVE A REPLY