Beranda DAERAH PJS. BUPATI ERMAN RAHMAN BUKA HIGH LEVEL MEETING SECARA VIRTUAL

PJS. BUPATI ERMAN RAHMAN BUKA HIGH LEVEL MEETING SECARA VIRTUAL

126
0
BERBAGI

 

Tanah Datar, Maklumatnews.net

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendapat tugas untuk menyusun kebijakan pengendalian inflasi daerah sesuai amanat Keputusan Presiden RI Nomor 23/2017 dalam mendukung upaya pemerintah pusat mengendalikan tingkat inflasi.

Aplikasi semua itu, TPID Kabupaten Tanah Datar menggelar rapat koordinasi tingkat kabupaten atau “High Level Meeting” secara virtual yang dibuka secara resmi oleh Pjs. Bupati Erman Rahman, Selasa (03/11) lalu.

Dalam sambutannya Erman sampaikan apresiasi atas kerja bersama dan inovasi TPID Tanah Datar dalam mengendalikan inflasi tahun 2019 sehingga untuk pertama kalinya Tanah Datar berhasil meraih TPID Award Nominasi I kategori berprestasi wilayah Sumatera.

“Tantangan ke depan semakin berat dalam melahirkan kebijakan pengendalikan inflasi terutama untuk pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19, Untuk itu saya berharap masukan dan dukungan semua pihak khususnya Bank Indonesia, Perum Bulog, BPS dan tim agar bisa ditindaklanjuti oleh perangkat daerah,” tambah Erman yang juga menjabat Kepala BPBD Sumbar ini.

Pemda juga mengalokasikan anggaran Dana Insentif Daerah tahun 2020 sebesar Rp. 3,7 Miliar dan pada tahun 2021 sebesar Rp. 15,7 Miliar untuk pemulihan ekonomi. disamping melaksanakan program unggulan yaitu Gertak Babe di Salibu (Gerakan Tanam Komoditi Bawang Merah dan Cabe serta Padi Salibu) untuk menekan inflasi yang dipengaruhi bahan pangan strategis tersebut.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan BI Sumbar Wahyu Purnama, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Gunawan Wicaksano, Kepala Kantor Perum Bulog Wilayah Sumbar Tommy Despalingga, Kepala BPS Tanah Datar Muhammad Hudaya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat Wahyu Purnomi di kesempatan awal menyampaikan bahwa sudah tepat Tanah Datar mengembangkan komoditi bawang merah apalagi Daerah ini juga penghasil bawang merah utama di Sumbar setelah Kabupaten Solok”.

Untuk tingkat inflasi, kondisi Oktober 2020, untuk Sumbar di angka 0,61% lebih tinggi dibanding angka Sumatera 0,36% apalagi nasional 0,07% cukup rendah, walaupun masih di bawah target. Ini didorong peningkatan harga beberapa komoditi yakni cabe merah, cabe hijau, bawang, biaya akademi/perguruan tinggi termasuk petai,” urai Wahyu Pornomi.

Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan BI Sumbar Gunawan Wicaksono mengatakan inflasi harus diantisipasi dengan menerapkan 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

Untuk pertumbuhan ekonomi Sumbar ulas Gunawan juga terjadi perlambatan, Triwulan II minus 4,91 persen, sementara rata-rata Sumatera minus 3,01 persen dan nasional minus 5,32 persen, sejalan dengan penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19. Tentu tahap berikutnya diharapkan angkanya semakin membaik,” ucapnya.

Kepala Kantor Perum Bulog Wilayah Sumbar Tommy Despalingga mengatakan Bulog siap berkontribusi dalam pengendalian inflasi terutama komoditi beras  melalui program operasi pasar, kita punya persediaan bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, terigu dan daging sapi dan operasi pasar juga sudah dilakukan secara online,” sampainya.

Kadis Pertanian Tanah Datar Yulfiardi menyampaikan beberapa komoditi Tanah Datar mengalami surplus seperti beras, produksi sampai September mencapai 147.593 ton sementara kebutuhan 31.329 ton, cabe suplus 334 ton, telor ayam surplus 446 ton, daging sapi surplus 0,9 ton. Bawang merah dan bawang putih yang masih minus.

“Bawang merah dan bawang putih menjadi peluang bagi Tanah Datar untuk dikembangkan, karena kebutuhannya cukup tinggi belum bisa terpenuhi dari produksi yang ada. Ini sudah kita lakukan dengan pengembangan varietas unggulan yang cocok untuk Tanah Datar,” ucapnya. (N-05)

LEAVE A REPLY