Beranda BERITA TERBARU PLN WILAYAH SUMBAR DI DUGA “KORUPSI’’ 4 MILYAR DANA RUTIN PEMELIHARAAN TAHUN...

PLN WILAYAH SUMBAR DI DUGA “KORUPSI’’ 4 MILYAR DANA RUTIN PEMELIHARAAN TAHUN 2016

1004
0
BERBAGI

foto3PADANG—(MaklumatNews.Net)—Dana rutin pemeliharaan tahun senilai Rp.4 milyar dugaan korupsi dilakukan GM Administrasi yang dijabat oleh LALA bersama Edi Syaputra menjabat Kabag Umum yang akrab dipanggil siCap .
Untuk menghabiskan dana rutin pemeliharaan tahun 2016 senilai 4 milyar ini, Lala sebagai KPA ( Kuasa Penggunaan Anggaran ) dan siCap sebagai PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) telah merekayasa proyek rehap gudang, proyek pelanta tempat istirahat selesai bermain tenis dan proyek rehap ruang kantor GM (General Menejer) untuk meraup keuntungan pribadi dan golongan di PLN (Pembangkit Listrik Negara) wilayah SUMBAR .
Menurut informasi dari pengawai PLN wilayah SUMBAR yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Media Maklumat‘’ bahwa dalam mengerjakan proyek rehap yang tiga item ini saja telah menghabiskan dana RP. 1,2 milyar”.
Ditambahkannya “Tidak masuk akal, hanya rehap gudang, pelanta tempat istirahat selesai main tenis dan rehap ruang GM, mana mungkin menghabiskan dana 1,2 milyar ,kalau saya perkirakan hanya menelan dana paling banyak RP. 500 juta” ungkap pegawai tersebut.
Di tempat lain menurut Sutarman, SE ketua umum LSM GERAK (Gerakan Anti Korupsi) mengatakan bahwa “ Mereka telah melanggar Undang –Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 12 huruf (e),(I) yang berbunyi, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun atau dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200.000.000,00(dua ratus juta) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00( satu milyar)
Huruf (e) menjelaskan,pegawai negeri atau penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungan diri sendiriatau orang lain secara melawan hukum,atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya .
Sedangkan huruf (I) berhunyi, pegawai negeri atau penyelenggara Negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan,atau, persewaan,yang pada saat dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya”.
foto1Sutarman menambahkan “ Selain dihukum penjara dan denda pelaku korupsi harus dimiskinkan, karena telah banyak merugikan keuangan Negara dan mengakibatkan rakyat menjadi menderita” tegasnya.
Dilain pihak Lala selaku KPA proyek yang juga GM Administrasi di PLN Wilayah SUMBAR sewaktu dikontak Media Maklumat News nomor ponsel 08119XXXX menyatakan,terima kasih informasinya,itu tidak benar, dan informasi anda tidak bisa diproses ungkapnya ketus.
Menurut Ketua LSM GARUDA-RI DPD saudara Hendrizon, SH mengatakan” Lala terlalu arogan, konfirmasi wartawan saja dijawabnya pakai proses,seolah-olah media yang salah. Seharusnya kalau tidak benar jelaskan . seperti ada yang ditutup-tutupi, –tunggu berita selanjutnya(AF)

LEAVE A REPLY