Beranda BERITA TERBARU Presiden Obama Marah setelah Putrinya Merokok Ganja

Presiden Obama Marah setelah Putrinya Merokok Ganja

344
0
BERBAGI
U.S. President Barack Obama and his daughters Malia (R) and Sasha (L) appear at the North Portico of the White House to pardon the annual Presidential turkey in Washington November 27, 2013. REUTERS/Gary Cameron
WASHINGTON-(MAKLUMATNEWS.NET) – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama marah dengan putrinya Malia Ann Obama, 18, setelah tertangkap kamera merokok ganja. Video putri sulung Obama yang merokok ganja di festival Lollapalooza di Chicago bulan lalu telah beredar baru-baru ini.

”Ini adalah mimpi terburuk presiden!,” kata seorang sumber, yang mengatakan kepada RadarOnline, situs yang mempublikasikan video Malia Obama sedang merokok ganja.

Obama dilaporkan telah mengambil tindakan eksekutif terhadap putrinya itu ketika menjalani liburan musim panas keluarga.

”Akhir masa jabatannya sudah di depan mata, dan gambar hati-hati dibuat dari keluarga, sebuah pukulan tepat di depan matanya!,” lanjut sumber itu mengacu pada video Malia yang dianggap mempermalukan Presiden Obama, seperti dikutip dari New York Post, Sabtu (20/8/2016).

Pesta Liar

Belum reda perihal aksi Malia Obama merokok ganja, putri presiden AS itu kembali berulah di mana dia diduga terlibat pesta liar di Martha Vineyard yang akhirnya dibubarkan polisi karena publik mengeluhkan kebisingan dari pesta itu. ”Saya yakin dia memiliki beberapa pilihan kata untuk putrinya,” lanjut sumber itu.

Presiden Obama maupun pihak Gedung Putih tidak pernah berkomentar atas laporan ulah “nakal” Malia Obama. Laporan Malia Obama merokok ganja mengingatkan masa remaja Obama yang pernah mengakui merokok ganja.

Malia Obama lulus SMA tahun ini dan mulai kuliah Harvard pada tahun 2017. Sementara itu, adiknya, Sasha Obama, 15, telah bekerja keras di sebuah restoran sea food di Vineyard Martha sebagai pelayan. Meski bekerja sebagai pelayan, Sasha tetap diawasi ketat agen-agen secret service.

 

 
SUMBER SINDONEWS
(mas)

LEAVE A REPLY