Beranda BERITA TERBARU PUNGUTAN LIAR DI JEMBATAN TIMBANGAN,SUPIR MULAI MENJERIK

PUNGUTAN LIAR DI JEMBATAN TIMBANGAN,SUPIR MULAI MENJERIK

396
0
BERBAGI

PADANG—(MAKLUMATNews.NET)–Biarpun surat edaran tentang penertiban muatan kendaraan angkutan barang di Propinsi Sumatera Barat oleh Gubernur Irwan Prayintno, Nomor : 551.23/291/Perekonomian-2011 yang di tanda tangani oleh Irwan Prayitno telah diterbitkan tertanggal 18 April 2011, namun surat edaran gubernur Sumbar tersebut “mandul”.

Sampai saat sekarang terbukti muatan kendaraan angkutan barang tetap saja melebihi kapasitas tonase. Semuanya dijadikan peluang besar oknum-oknum untuk mencari uang yang lebih besar dengan jalan yang tidak wajar Dinas perhubungan yang bertugas di Timbangan Jembatan Oto (JTO), agar bisa lancar melakukan pungutan liar (pungli).

Kenyataan ini ditemukan di Jembatan Timbangan Oto {JTO} di Lubuk Buaya Sumatera Barat beberapa waktu lalu, Jelas mobil-mobil yang kapasitasnya tonase melebihi tidak diukur muatannya ditimbangan,hanya diminta membayar kepada petugas.. Buktinya, sampai saat sekarang muatan kendaraan angkutan barang tetap saja melebihi kapasitas tonase. Bahkan hal ini kerap dijadikan peluang besar untuk oknum-oknum Dinas perhubungan yang bertugas di Timbangan Jembatan Oto (JTO), agar bisa lancar melakukan pungutan liar (pungli) setiap harinya.

Supir Truk angkutan barang berinisial Am (45) tahun saat diminta keterangan oleh wartawan tentang adanya pungutan uang di JTO tersebut, Am membenarkan adanya pungutan oleh petugas seperti memaksa, karena kami butuh terpaksa dibayar saja.

Dijelaskannya, pungutan yang diminta oleh petugas-petugas timbangan tersebut bervariasi, terkadang mencapai Rp. 150.000 dan ada juga Rp. 100.000,- permobil apabila muatan mobil tersebut melebihi kapasitas tonase.

“Ada mobil angkutan barang yang melebihi kapasitas tidak mau membayar, kami akan di tilang dan tidak bisa lewat. Sebenarnya kami yang berprofesi sebagai sopir sangat besar sebenarnya uang yang dipungut oleh petugas timbangan itu,” keluhnya.

Dijelaskannya lagi, kami sebagai supir Truk ini hanya hanya mencari sesuap nasi dan kami juga mengharapan kepada pegawai timbangan tersebut janganlah terlalu memberatkan sekali tentang pungutan di Jembatan Timbangan Oto ( JTO )ni.

Dihari berbeda,Minggu tanggl (5/6) .media ini mendatangi pos JTO di Lubuk Buayo Padang.kami pun mencoba memperhatikan aktifitas petugas dan para sopir pembawa barang dari kedai kopi sebelah JTO.

Selang beberapa menit menunggu kamipun telah menemukan beberapa mobil angkutan barang yang melebihi tonase tampak masuk kedalam timbangan.hanya sopir atau kenek yang turun dan masuk keruangan petugas JTO.dan salah satu dari kami mencoba mengabadikan hal tersebut dengan pengambilan dokumen .setelah beberapa gambar fhoto diambil kamipun langsung pergi kekantor JTO dan sesampai dikantor kami masuk.dan kamipun menemukan seorang petugas yang sedang piket asik main games di hp androidnya.

Sementara itu sewaktu media menghampirinya , pengawai tersebut bertanya dan media dari mana , lalu dia berkata lagi,”ambo mambana ambo minta ampun kami kini ndak bisa mengasih uang untuk beli minyak motor kalian” kata petugas JTO dengan nada tidak berdosa.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Amran, sewaktu didatangi kekantor sedang tak ada, dan kamipun menemui Tabrani selaku kepala timbangan tidak ada dikantor juga .Sudah didatangi beberapa kali pejabat tersebut tak pernah berada diikantornya.(FINO/DENI)

LEAVE A REPLY