Beranda BERITA UTAMA Rajut Kebangsaan, IMM Muhammadiyah Sumbar Nyatakan Tak Terlibat People Power

Rajut Kebangsaan, IMM Muhammadiyah Sumbar Nyatakan Tak Terlibat People Power

464
0
BERBAGI

PADANG – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumbar menyatakan sikap untuk tidak terlibat people power atau kedaulatan rakyat dalam menyikapi hasil pilpres 2019. Organisasi kemahasiswaan tersebut lebih cendrung merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumbar, Ihya Rizqi dalam Fokus Grup Diskusi.

“Secara prinsip IMM tidak turut dalam people power atau Gerakan Kedaulatan Rakyat. Kami lebih cenderung mengajak untuk saling mempererat silaturahmi, apalagi saat ini ramadan,” kata Ihya, saat Fokus Grup Diskusi (FGD), Senin (20/5/2019).

Fokus Grup Diskusi dilaksanakan memperingati kelahiran organisasi Budi Utomo, 20 Mei 2019. Selain IMM Sumbar, FGD ini diikuti sejumlah organisasi kepemudaan (OKP). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Aliansi OKP Sumbar menyampaikan beberapa pernyataan yakni berterima kasih kepada KPU, Bawaslu serta seluruh penyelenggara Pemilu sampai ke tingkat KPPS atas terselenggaranya Pemilu Pileg dan Pilpres 2019 yang Jurdil, demokrasi dan transparan. Demikian halnya kepada TNI dan Polri dimana telah berperan menjaga sehingga penyelenggaraan Pemilu 2019 berjalan tertib, aman dan damai serta kondusif.

Kedua menyatakan penolakan terhadap People Power yang dianggap bersifat inskonstitusional yang dapat merusak keutuhan NKRI serta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ketiga, mengajak seluruh lapisan masyarakat di Sumbar untuk selalu menjaga situasi yang kondusif serta sama-sama untuk menunggu hasil Pengumuman Resmi Pemilu Pileg dan Pilpres 2019 oleh KPU RI di 22 Mei atau paling lambat 28 Mei mendatang.

Keempat, mengimbau kepada masyarakat dan elit politik untuk merajut kembali tali silaturahmi kebangsaan pasca pemilu 2019 . Kemudian aliansi OKP Sumbar ini menyampaikan turut berduka cita dan berbelasungkawa atas gugurnya para penyelenggara pemilu selama berlangsungnya pemilu 2019 di seluruh indonesia. Semoga tugas mulia, amal ibadah diterima Allah SWT.

“Seharusnya bangsa jangan terpicu akan isu pemecah belah. Ini akan merontokkan silaturahmi antar sesama umat dan anak bangsa.

Kita harusnya merawat harmonisasi bangsa diantara mereka yang saat ini sedang tidak harmonis apalagi mereka dalam lingkaran kontestasi pemilu,”‘sebut Ihya. (ril/a)

LEAVE A REPLY