Beranda BERITA TERBARU Rakyat Berhak Mendapatkan Informasi, Ka Dishub Kominfo Sumbar Buka Lokakarya Integritas Pers...

Rakyat Berhak Mendapatkan Informasi, Ka Dishub Kominfo Sumbar Buka Lokakarya Integritas Pers Dorong Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Transparan

355
0
BERBAGI

PADANG-(MAKLUMATNEWS.NET) Dengan adanya undang-undang tentang keterbukaan informasi publik (UU nomor 14 tahun 2008), maka rakyat memiliki hak untuk mendapatkan informasi secara benar, demikian di sampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Prov. Sumatera Barat, Amran, ketika membuka Woskshop Integritas Pers Dorong Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Transparan yang dihadiri oleh sejumlah insan pers dari berbagai media yang tergabung ke dalam Jaringan Pers Terpadu (JPRET), Jumat 20 Mei 2016 di Aula Dishubkominfo Sumatera Barat Jalan Raden Saleh Padang. Hal itu disampaikan Amran disebabkan oleh karena informasi merupakan kebutuhan, sama halnya dengan kebutuhan akan pangan. Jadi kebutuhan terhadap suatu informasi tidak dapat ditunda-tunda lagi, jelas Amran. Oleh karena itu, pers memegang peranan penting sebagai simpul informasi yang tidak terbatas, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah nara sumber juga memaparkan materinya terkait dengan upaya untuk mencapai pers yang berintegritas  dalam menghadapi perkembangan zaman, antara lain dari Ombudsman Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Bagian Humas Kantor Gubernur Sumatera Barat, dan mantan anggota DPRD Sumatera Barat, Syuriadi Syukur.

Secara khusus nara sumber, Dr. Adzanil Prima Septy, yang menyampaikan topik tentang “Penggunaan Komunikasi Modern dan Efisien pada Jurnalistik”, menjelaskan bahwa dalam era digital sat ini peran insan pers tidak mengenal batas ruang dan waktu. Hal itu disebabkan karena dalam era teknologi informasi digital ini, berbagai informasi sangat cepat penyebarannya. Bahkan apabila detik ini jika ada sebuah peristiwa di suatu tempat, maka pada detik itu pula informasinya menyebar kemana-mana dan cenderung tidak terbendung, jelas Adzanil. Namun, penyebaran informasi itu akan berbeda, mana informasi yang berasal dari masyarakat umum dan mana pula informasi yang bersumber dari para insan pers. Informasi yang berasal dari insan pers tentunya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Juga, informasi dari pers yang benar tentunya berdasarkan data dan fakta serta perolehannya melalui cek dan ricek sebelum dipublikasikan, tambah Adzanil.

Lebih lauh dijelaskan oleh Dr Adzanil Prima Septy, yang juga dosen Universitas Bung Hatta itu, setidaknya ada 4 peran yang dimainkan oleh para insan pers. Pertama, bagaimana pers bisa perperan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat luas. Masyarakat tidak hanya disuguhkan informasi, namun bagaimana pula para insan pers memberikan nilai-nilai edukatif melalui pemberitaannya, bukan nilai provokatif negatif. Oleh karena itu, setiap insan pers diharapkan memiliki berbagai latar belakang wawasan pengetahuan dan keilmuan, kata Adzanil

Kedua, pers juga berperan sebagai motivator di tengah mesyarakat. Tingkat partisipasi masyarakat kita dalam berbagai gerak dinamika pembangunan bangsa tergolong tidak begitu tinggi. Sebagian masyarakat kita  cenderung tidak mau tahu dan peduli dengan berbagai hal yang ada di tengah mereka sendiri. Oleh karena itu, pers bisa berperan memotivasi masyarakat untuk turut serta dalam proses pembangunan bangsa yang sedang berlangsung ini, jelas Doktor lulusan dari University of Tasmania Australia ini.

Ketiga, peran pers juga sangat strategis sebagai sarana kontrol terhadap berbagai kebijakan publik. Tidak semua kebijakan publik berdampak positif terhadap masyakarat, karena hal itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Maka keberadaan pers lah untuk melalukan kontrol terhadap kebijakan yang tidak bijak itu. Namun kontrol dan kritik perlu disampaikan secara konstruktif sehingga memiliki nilai pula dimata pihak yang dikritik untuk melakukan instrospeksi diri, kata Dr Adzanil.

Keempat, pers juga merupakan sarana perjuangan bagi rakyat Indonesia. Bangsa kita mendambakan tatanan kehidupan sosial yang kondusif dan sejahtera bebas dari tekanan pihak-pihak tertentu. Kalau kita lihat sejarah perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan dan perjuangan reformasi beberapa waktu lalu, pers telah menjadi alat dalam perjuangan bangsa Indonesia saat itu. Oleh karena para insan pers perlu tetap menjaga kepedulian dan idealisnya akan nasib rakyat Indonesia. Kepedulian dan idealism terhadap nasib rakyat itulah sebenarnya nilai yang terkandung pada jati diri kepahlawan yang perlu ditumbuh-kembangkan oleh setiap insan pers, papar Dr Adzanil Prima Septy. Oleh karena itu, masyarakat berharap agar pers tidak terkontaminasi oleh berbagai kepentingan dari pihak tertentu yang tidak berjuang untuk kesejahteraan bangsa ini, tambahnya. (*son).

LEAVE A REPLY