Beranda BERITA TERBARU Sampah Berserakan di Lembah Harau, Pegiat Geram

Sampah Berserakan di Lembah Harau, Pegiat Geram

538
0
BERBAGI

Limapuluh Kota -maklumatnews.net- Kawasan Sarasah Bunta Harau, sudah tidak bisa digarap apapun untuk tujuan wisata natural, artinya kealamiannya mulai tercemar. Hal ini tampak dari banyaknya sampah plastik yang menumpuk di salahsatu objek Wisata di Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Bahkan, menurut Tokoh Muda Luak Limopuluah Muhammad Bayu Vesky, Selasa (12/1), kalau dibiarkan terus menerus, para pegiat festival pemerhati wisata di yang selama ini membantu Limapuluh Kota dalam mengurus festival, dikhawatirkan sudah tidak tertarik lagi.

“Kasihan kita, perlu ditinjau dan dipantau kinerja dan anggaran kebersihan, anggaran tiket Harau ini. Truk sampah guna buat apa? Bak sampah di Lingkungan Hidup ada di mana? Bukankah pengadaannya tidak sedikit?,” ujar Bayu.

“Kita menduga, biaya angkut sampah di Limapuluh Kota, disinyalir tidak termanfaatkan dengan betul,” tandasnya.

Menurut Muhammad Bayu Vesky, jika perubahan Lembah Harau itu hal yang signifikan, maka akan lebih baik jika dibuatsertakan potential problem analisysnya. Di dalam itu termuat preventive action dan corrective action. Sehingga siapa accountability person dan completion datenya.

“Kita khawatir, nanti Lembah Harau tidak natural lagi. Tidak asri, tak lagi bersih. Sehingga semangat Harau Menuju Dunia yang digalakan Bupati dan Wabup Irfendi-Ferizal, tidak menemui titik terang di akhir jabatannya,” tukuk Bayu.

Sementara itu, penggiat Pariwisata Luak Limopuluah Rino Chandra mengaku geram dan menyesalkan kondisi sampah di Lembah Harau yang tak terkelola itu. Menurutnya perlu evaluasi secara khusus, aset yang tidak dihargai.

“Instansi terkait jangan terlalu banyak melakukan kegiatan diluar daerah, daerah sendiri yang memiliki potensi hebat tak diurus maksimal. Narasi pokok soal Limapuluh kota menjadi sebuah destinasi wisata perlu di angkat secara nyata ke permukaan.” Kata Rino.

“Jangan diselimuti dulu dengan narasi-narasi keindahan kalau didalamnya kacau balau, yang rugi daerah, akibat dari sebuah bungkusan palsu soal pengelolaan destinasi wisata,” pungkasnya.

Rino yang juga Ketua IWO Luak Limopuluah itu juga menjelaskan, proporsi untuk zona wisata ini jelas dipegang beberapa instansi di Pemkab Limapuluh Kota, seperti dinas yang mengurus penanggulangan sampahnya, mengurusi lingkungan hidup, drainase dan sungai, hutan, serta flora dan faunanya, termasuk dinas yang mengurus spot destinasi.

“Pada kemana instansi yang bertanggungjawab terhadap destinasi ini. Sektor pariwisata merupakan penggerak segala sektor. Kenapa tidak serius dalam mengelola keindahan alam ini,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY