Beranda BERITA TERBARU Sastrawan Indonesia Apresiasikan H. Jufri Zubir Melalui Puisi

Sastrawan Indonesia Apresiasikan H. Jufri Zubir Melalui Puisi

383
0
BERBAGI

Oleh : Hermawan

JZ bantu PemulungMenurut kepada apa saja, siapa-siapa berlaku sebagai pemimpin tentulah yang diingini yakni kesejahteraan terpimpin. Illahi mengutarakan pesan melalui pemimpin-pimimpin kita terdahulu sebagai syarat mengacunya seorang pemimpin.

Diantara berjuta permasalahan tentunya punya ragam penyelesaian. Apalah arti sebuah wilayah bila tiada berpemimpin hebat. Apalagi jika itu kota bertuah. Apalagi senantiasa itu kota KITA.

Sekarang, apa keberdayaan yang masyarakat punya. Sementara mereka tersistem rapi dalam tajuk aturan-aturan, dalam lingkaran yang sebenarnya punya kebajikan tapi nyatanya hal itu belum tentu sedemikian. Entah apa yang harus dilakukan agar kita berpemimpin hebat, agar kita memiliki pemimpin kawan kita.

13343056_1145644435457751_1602802300138001150_nDi dalam hikayat kepemimpinan yang punya kemaslahatan, tentulah tidak gampang. Bak mengambil rambut di dalam tepung, rambut tidak putus dan tepung tiada berserak. Segitulah, umpama mencari sang pemimpin. Dalam bathinku, mungkin bathin rakyat kota bertuah sudah menemukan hal sama. Yakni dialah pemimpin Kita Jufri Zubir.

Perolehan seperti apalagi yang hendak dipetiknya, semua sudah ada padannya. Segala macam factor dia punyai. Dia tidak cari harta, dia tidak cari tahta, hanya saja dia mencari titik kebenaran yang harus dicapainya. Mencari titian kehidupan sejati untuk rakyatnya kelak.

Puisi Untukmu Pemimpin Kita H. Jufri Zubir

Judul : Pekanbaru Kotaku

Rajutlah mantra dan syair
Ilirkan siak dan Kampar
dengan lancang Kuningmu berkibar, membumikan Melayu

Dengan jalur senandungkan semangat Tuah dan Jebat
Didiklah anakmu dengan gurindam kembali
Layarkan bahtera dengan akar budaya Geliat zapin dan senandung orkes

Bangunkan pantun bermakna dalam
Dari Siak ke Kampar
Dari Marpoyan ke Rumbai
Dari bangkinang ke Kulim

Jejerkan bibit patin yang bergizi ‘tuk masa depan generasi
Tata lahan menjadi situs-situs yang dikenang mendatang
Damaikan warga sedamai sultan-sultan terdahulu

Serampang dua belas menyatukan gerak ragam langkah
Syair, pantun, mantra dan gurindam penyejuk warga
Catur Melayu strategimu
Gendang dan rebana riangmu
Damailah hatimu memimpin lancang kuning

 

LEAVE A REPLY