Beranda BERITA TERBARU Seni Musik Gamaik, Harapan Insan Seni Agar Digemari Sejak Usia Dini

Seni Musik Gamaik, Harapan Insan Seni Agar Digemari Sejak Usia Dini

4863
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net— Sanggar Musik Gamaik Rang Koto dari Kota Padang Panjang yang dipimpin Burmani Koto memberikan penampilan terbaiknya pada hari keempat gelaran Pasar Ekonomi Kreeatif (Ekraf) 2020 di Kawasan Batang Agam, Agam Jua Art and Culture Cafe, Selasa (17/11) malam.

Pagelaran seni musik tradisional minangkabau ini dikolaborasikan dengan alat musik modern sehingga alunan musik yang dibawa mendapat apresiasi dan diminati oleh pengunjung di Kafe Agam Jua yang didominasi oleh kawula muda.

Menurut salah seorang pengunjung saat ditanyakan pendapatnya tentang musik tradisional di era jaman yang sudah mulai tergerus dengan keberadaan musik modern menyampaikan jika musik tradisional tidaklah seperti yang generasi milenial bayangkan.

“Ternyata musik tradisional jika bisa dibungkus dengan kemasan yang mengikuti perkembangan jaman, maka seni musik tradisional ini dapat dinikmati para generasi milenial pada umumnya. Meskipun musik modern terus berkembang, tentu musik tradisional juga harus mengikuti perkembangan jaman, agar musik tradisional ini diminati kembali oleh para kawula muda sekarang,” ucap Tia, seorang pemuda generasi milenial yang ditemui media di lokasi acara.

Tia juga mengatakan kalau bisa, pertunjukan kesenian tradisional ini bisa terus diikut sertakan dalam pagelaran atau pertunjukan kesenian yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

“Tentunya agar kesenian tradisional dapat bertahan dan selalu berkembang maka pihak dari pemerintah haruslah mendukung keberlangsungan kesenian ini. Karna yang pasti bisa mempertahankan keberadaan kesenian tradisional ini salah satu dan yang utama yakni dukungan dari pemerintah, agar para pelaku seni tradisional ini dapat selalu bertahan Ditengah gempuran seni modern yang selalu berkembang,” harapnya.

Media turut meminta pendapat dari salah seorang pelaksana acara tentang perkembangan musik tradisional saat ini.

“Melihat perkembangan musik tradisional saat ini, tentu cukup miris kita dengan keberadaannya di tengah gempuran dari musik modern. Sebagai pelaku seni, saya sangat ingin keberadaan seni tradisional ini dapat selalu diekspose dan ditampilkan, sehingga kesenian tradisional ini mendapatkan posisi dihati para generasi milenial,” ungkap Andes salah seorang pelaksana acara dan juga sekaligus pelaku seni tersebut.

Lebih lanjut, pertunjukan seni tradisional tidak hanya sekedar hiburan saja, karna di setiap lirik dan alunan musik yang disampaikan memiliki makna untuk si pendengar dan penikmatnya.

Pimpinan Sanggar Musik Gamaik Burmani Koto menjelaskan kepada pengunjung kalau musik ini lahir akibat perbauran antara budaya pribumi Minangkabau dan budaya Barat (akulturasi), yang sampai sekarang tetap hidup dalam masyarakat Minangkabau. Walaupun musik Gamat lahir dari akulturasi budaya pribumi dan budaya Barat, tetapi bagi masyarakat minangkabau, musik tersebut sudah dianggap sebagai milik dan bahagian dari tradisi mereka, sehingga ada rasa tanggung jawab bagi masyarakat tersebut untuk melestarikannya.

“Bentuk ansambel musik Gamat terdiri atas gabungan vokal dan instrumental, yang secara tradisional menggunakan biola, akordeon, gitar, gendang, dan bas sebagai instrumennya. Vokal berperan sebagai pembawa lagu yang liriknya berupa pantun-pantun Minangkabau yang bersifat metafor (kiasan),” paparnya.

Sementara itu Mahasiswa kampus ISI Padang Panjang, Betmon yang tampil bersama seniornya sekaligus dosennya itu merasa bangga dengan adanya iven ini di Payakumbuh. Menurutnya, era anak muda, poinnya seni budaya harus ada ide yang dieksplorasi oleh anak-anak dalam belajar seni. Bangga menjadi orang minang harus dibumikan.

“Iven seperti ini di tengah pandemi sekalipun dapat dapat dinikmati oleh masyarakat di media sosial secara langsung. Bagi kami, ada yang bisa dibawa pulang, sebuah cerita ke Padang Panjang, bangga memiliki gamaik yang harus terus diminati hingga sekarang,” ujarnya yang juga guru Seni Budaya di SMPN 4 Padang Panjang.

Dengan berlangsungnya acara pasar Ekraf ini, para pelaku seni berharap kedepannya para generasi milenial bisa lebih tertarik dan mau belajar juga untuk bisa membawakan kesenian tradisional yang sudah diwariskan oleh para leluhur dari dahulu. (FS)

LEAVE A REPLY