Beranda ACEH Sidang Paripurna, Bupati Aceh Singkil Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Raqan Perubahan APBK...

Sidang Paripurna, Bupati Aceh Singkil Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Raqan Perubahan APBK 2020

80
0
BERBAGI

Aceh Singkil-MN-Dalam sidang paripurna Dulmusrid sampaikan Laporan Nota Keuangan Rancangan Qanun Tentang Perubahan APBK 2020, diruang rapat DPRK lantai 1 (23/9/2020).

Saat penyampaian laporan Dul Musrid mengatakan adanya penurunan dalam Perubahan APBK 2020 sebesar Rp 78.453.615.318. yang Semula ditargetkan Rp 938.288.686.513 menjadi Rp 859.835.071.195.

Rinciannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari semula Rp 61.142.994.303 pada perubahan APBK 2020 menjadi  Rp 54.220.778.866.

“Pada APBK induk kami anggarkan sebesar Rp 621.219.752.885 menjadi Rp 562.831.725.674 Dana bagi hasil (DBH) pajak pada APBK induk sebesar Rp 17.047.393.885 menjadi sebesar Rp 21.303.074.674 naik Rp 4.255.680.789

Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBK induk sebesar Rp 466.431.177.000 dalam perubahan perubahan APBK menjadi sebesar Rp 411.019.642.000 turun penurunan Rp 55.411.535.000.

Dana alokasi khusus (DAK) fisik APBK induk sebesar Rp 88.960.276.000 menjadi Rp 79.992.295.000 terjadi penurunan sebesar Rp 8.967.981.000.

Sedangkan dana alokasi khusus (DAK) non fisik pada APBK induk sebesar Rp 48.780.906.000, dalam perubahan APBK menjadi Rp 50.516.714.000 terjadi penambahan sebesar Rp 1.735.808.000.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah, juga mengalami penurunan. Pada APBK Induk dianggarkan sebesar Rp 255.925.939.325 sedangkan dalam perubahan APBK sebesar Rp 242.782.566.655 terjadi penurunan sebesar Rp 13.143.372.670.

Penurunan antara lain bersumber dari transfer dana desa APBN yang semula Rp 109.333.895.000 menjadi Rp 108.080.283.000 turun Rp 1.253.612.000.

Kemudian, Bupati juga menyampaikan perubahan APBK terdapat penambahan sebesar Rp 15.000.000.000. Penggunaan belanja sesuai rapat Desk TAPA bersama dengan TAPK Aceh Singkil penggunaanya untuk penanganan kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan dampak ekonomi dan pengawasan pergerakan orang/perbatasan,” ucap Dulmusrid.

Sedangkan penerimaan pembiayaan berupa Silpa semula dianggarkan pada APBK induk sebesar Rp 3.000.000.000.

Ternyata setelah melalui hasil audit BPK RI Perwakilan Aceh menjadi sebesar Rp 16.229.261.347,45 sehingga terjadi penambahan sebesar Rp 13.229.261.347,45.

Selanjutnya, pada pengeluaran pembiayaan semula dianggarkan Rp 1.941.532.820 yang terdiri dari penyertaan modal pada PT Bank Aceh Syariah sebesar Rp 1.441.532.820 dan Perusahaan Umum Daerah Aceh Singkil Rp 500.000.000 pada perubahan APBK ini sebesar Rp 1.444.260.000.

Telah terjadi penambahan sebesar Rp 2.727.180 pada penyertaan modal pada PT Bank Aceh Syariah sehingga penurunan sebesar Rp 497.272.820

Dikatakan, total belanja pada APBK induk sebesar Rp 939.347.153.693. Sedangkan dalam perubahan APBK menjadi Rp 874.620.072.542,45. (R)

LEAVE A REPLY