Beranda BERITA TERBARU SMPN 4 Batang Anai Pungut Sumbangan Bangun Jembatan

SMPN 4 Batang Anai Pungut Sumbangan Bangun Jembatan

1002
0
BERBAGI

Padangpariaman – Wali murid di SMPN 4 Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat dimintai sumbangan sebesar Rp. 150.000,- untuk membangun jembatan di depan sekolah tersebut. Hal sedemikian sangat disayangkan oleh Ketua Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) komisi Sumbar, Zulkarnaini, SH. Dia menganggap pemungutan sumbangan seperti itu tidak sejalan dengan program pemrintah yang tertuai dalam UU Negara ini.

Dikatakan Zul, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan pendidikan lain yang sederajat, ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan jembatan atau akses menuju sekolah itu bukanlah tanggung jawab dari wali murid, melainkan tugas pemerintah daerah melalui SKPD yang berkompeten dibidangnya. Seharusnya, kata Zul, Kepala Sekolah mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah setempat bukanya malah meminta sumbangan kepada wali murid di sekolah itu, papar Zulkarnaini saat berada di kantor Target Sumbar.

Ditegaskanya, uang Rp. 150.000,- tidak etis jika disebut sebagai sumbangan, karena SMPN tersebut mendapatkan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS), ujarnya.

Sementara, dari hasil konfirmasi, Kepala SMPN 4 Batang Anai, Siska Humayanti membenarkan mengenai sumbangan itu. Namun, ia menyanggah kalau dana yang diminta itu bukan pungutan melainkan dalam bentuk dana kemitraan, katanya.

Sebelumnya, kata Siska, pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan kepada DPRD Padangpariaman namun tiada hasil. Lalu, dirinya mengadakan rapat bersama komite sekolah untuk membangun jembatan tersebut, kata Siska.

Dikatakanya, jumlah siswa di SMPN 4 Batang Anai sebanyak 300 murid yang mendapatkan dana BOS.

Bagaimana dengan Dinas Pendidikan? Tunggu Edisi selanjutnya….(TIM)

 

LEAVE A REPLY