Beranda DPRD KOTA PADANG Surya Jufri Bitel : Isu Kenaikan Harha Rokok Rp. 50.000 Langgar Hak...

Surya Jufri Bitel : Isu Kenaikan Harha Rokok Rp. 50.000 Langgar Hak Asasi Konsumen

378
0
BERBAGI

PADANG-(MAKLUMATNEWS.NET)–Wacana kenaikan harga Rokok menjadi Rp.50.000 per bungkus, telah terjadi pro kontra tersendiri di dalam publik. Hal ini dikeluhakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Surya Jufri Bitel membidangi urasan Kesejahteraan Rakyat dan Sejumlah Masyarakat di Kota Padang

Surya Jufri menilai wacana atau isu Kenaikan harga rokok Rp50 per bungkus merupakan tindakan melanggar hak asasi konsumen dan akan berdampak negatif bagi industri rokok Tanah Air, Petani tembakau serta generasi muda pada umumnya.

Menurutnya, memang ada nilai positif dan negatifnya terhadap wacana penaikan rokok tersebut. Dari segi positif sasarannya untuk peningkatan pendapatan negara, kemudian bagaimana menciptakan perilaku hidup sehat tanpa merokok.

Sementara segi negatifnya, “ketika harga rokok tersebut mahal dan daya beli masyarakat sangat rendah, secara perlahan pabrik – pabrik rokok besar akan tutup karena tidak produktif lagi, ” ujar Surya Jufri

Efeknya akan sangat berpengaruh pada ribuan bahkan jutaan tenaga kerja pada pabrik rokok. Petani tembakau akan mati perlahan karena permintaan tembakau dari pabrik rokok tidak sesuai dengan hasil panen mereka yang akan mengakibatkan kerugian besar bagi petani tembakau. Efeknya akan timbul pabrik – pabrik rokok ilegal, rokok ilegal.

Surya Jufri melanjutkan, “Dampak negatifnya bagi generasi muda juga sangat rentan sekali. Dengan harga rokok sebesar Rp 50 ribu itu, bagi generasi muda yang jiwanya masih labil bisa saja mengalihkan kebiasaan merokok yang susah di hentikannya, akan beralih pada narkoba ( ganja – red). Mereka akan berfikir dari pada beli rokok yang mahal,” kata Surya Jufri.

Jika memang wacana ini nantinya terjadi, apapun keputusan pemerintah pusat tentu kita harus mendukung. “Namun kita berharap pemerintah pusat harus bisa mengkaji kembali dampak negatifnya yang sangat rentan sekali, baik pada tenaga kerja, petani tembakau dan generasi muda. Ini harus dipikir betul-betul,” tukasnya.

Kepada masyarakat Kota Padang diharapkan jangan terjadi ribut – ribut atas wacana tersebut. Jangan sampai terjadi dampak negatif di tengah-tengah masyarakat. (H)

   

LEAVE A REPLY