Beranda BERITA TERBARU Syukuran Hari Lahir Pancasila, Tokoh Politik Ziarah Makam Bung Karno

Syukuran Hari Lahir Pancasila, Tokoh Politik Ziarah Makam Bung Karno

326
0
BERBAGI
JAKARTA-(MAKLUMATNEWS.NET) – Sejumlah tokoh politik melakukan ziarah ke makam Presiden pertama Soekarno di Blitar, Jawa Timur. Ziarah ini merupakan bagian dari syukuran dan sosialisasi Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni.

Para tokoh yang mengikuti ziarah antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf selaku penanggungjawab acara, Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Achmad Basarah, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna H Laoly serta seniman Butet Kertaradjasa.

Sekitar 30 menit berdoa bersama di makam Bung Karno dan makam ayahnya R Soekemi Sosrodihardjo, para tokoh politik menghadiri pagelaran wayang kulit di alun-alun Blitar. “Ini bagian dari rasa syukur kita dengan telah ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Kita lakukan sosialisasi, salah satunya dengan pagelaran wayang. Ini salah satu yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila, mengingat bagi masyarakat Jawa, wayang ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga mengandung tuntunan,” kata Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (2/8/2016).

Pagelaran wayang kali ini, lanjut Saifullah Yusuf, lakon yang dipentaskan adalah Bimo Labuh oleh Ki Dalang Anom Suroto. Dalam lakon itu intinya menceritakan bahwa membantu orang itu tidak harus saat sedang rejekinya baik, atau berkuasa. Tetapi bisa kapan saja seperti dilakukan Bima dan saudara-saudaranya para Pandawa yang saat itu terusir dari Astina.

“Bimo labuh demi rakyat rela berkorban demi rakyat, itulah pamong yang benar-benar momong terhadap rakyatnya,” ujarnya. Menurut Saifullah Yusuf, rencananya beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur juga akan menggelar acara sama di antaranya Kota Blitar, Nganjuk, Ngawi, Madiun, Jombang, Ponorogo, dan Trenggalek.

“Kita ingin Pancasila nilai-nilainya dibumikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat maupun bernegara. Dengan cara ini (wayang) di situ ada guyub rukun antar generasi, antar golongan,” tukasnya.

 

 
SUMBER SINDONEWS
(whb)

LEAVE A REPLY