Beranda BERITA TERBARU Tak Kenal Hujan, Camat Payakumbuh Barat Hadiri Wirid Jamaah

Tak Kenal Hujan, Camat Payakumbuh Barat Hadiri Wirid Jamaah

389
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Jemaah mushalla Nurul Falah Parik Panjang kelurahan Tanjung Pauh menggelar peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW. Meskipun Payakumbuh diguyur hujan sejak sebelum shalat Ashar dan hingga pengajian dimulai hujan tak kunjung reda. Namun semangat jemaah tak surut untuk menghadiri pengajian bersama ustadz Harnidon Nahar alias buya Icun pengasuh Surau Suluk Nurul Haq (Syech Himpuni) Kelurahan Tanjung Pauh.

Pengajian yang digelar pada Sabtu (23/03/2019) sesudah shalat Isya dihadiri langsung Walikota Payakumbuh diwakili Camat Barat Linda Kefrinaldi bersama Camat Latina David Bachri, Lurah Tanjung Pauh Andrizal, Ketua KAN Kenagarian Koto Nan Ompek AK Dt. Asa Dirajo, pengurus mushalla, tokoh masyarakat dan jemaah mushalla tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Payakumbuh Barat Linda Kefrinaldi menyampaikan ucapan maaf dari Walikota Payakumbuh, berhubung pada saat bersamaan Walikota Riza Falepi baru saja pulang dari perjalanan dinasnya di Bandung. Selanjutnya, camat Linda Kefrinaldi menyampaikan apresiasi rasa bangga kepada jemaah Mushalla Nurul Falah yang audah mengangkatkan kegaiatan keagamaan ini. Dirinya juga menyampaikan harapan, khususnya dalam rangka menghadapi Pemilu dan bulan Ramadhan.

“marilah kita selalu menjaga kekompakan, perbedaan pilihan di Pemilu, jangan dijadikan awal perpecahan. Tingkat ukhuwah islamiyah dan bermasyarakat dan bersosial. Mari sucikan hati menghadapi bulan suci Ramadhan.

Sementara ustadz Harnidon Nahar dalam kajiannya bertajuk dengan semangat Israk Mikraj kita berpadu dalam payung Laa Ilaha Illa Allahu.

“Semangat Pengorbanan Rasulullah SAW demi kejayaan islam tak ternilai dan tak tertandingi oleh kita saat ini. Pengorbanan itu hanya bisa dinilai dengan iman, khususnya peristiwa menjemput ibadah shalat. Karena di setiap jiwa manusia terdapat nilai baik dan buruk. Untuk itu mari kita pupuk nilai baiknya, tekan nilai buruk yang dikendalikan syetan.

“Menekan nilai buruk tersebut adalah dengan memaksimalkan diri dalam berubudiyah kepada Allah SWT serta pengabsian sosial. Dengan memaksimalkan diri dalam hal makruf, pastinya Shalat kita mampu jadi pencegah kemungkaran termasuk kemunafikan. Dengan shalat kita satukan jemaah. Di mesjid kita bangun kekuatan iman,”papar panjang sang ustadz.

Kajian wirid ditutup dengan makan bajamba bersama dan dilanjutkan dengan saling memberi maaf. (Rel/FS)

LEAVE A REPLY