Beranda BERITA TERBARU Tim Peneliti FK UISU Temukan Cacing Pita Terpanjang di Dunia

Tim Peneliti FK UISU Temukan Cacing Pita Terpanjang di Dunia

1207
0
BERBAGI

MEDAN-maklumatnews.net- Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UISU berhasil menemukan dan mengeluarkan cacing pita jenis Taeniasis sepanjang 2,86 meter dari dalam tubuh manusia dikawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahaean Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Penemuan ini merupakan terpanjang di dunia, dimana sebelumnya ditemukan jenis spesies tersebut berukuran 1,5 Meter di negara Bangladesh.

Kepada wartawan Kamis (19/10), Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UISU, dr Umar Zein usai Seminar proposal penelitian epidemiologi dan Observasi yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Kedokteran UISU, di Jalan STM Medan, mengatakan penemuan ini bermula dari keluhan seorang pasien yang merasakan sakit pada bagian perut.

Merasa ada keanehan, lanjut Umar kemudian melanjutkan pemeriksaan intensif dan mendatangi tempat tinggal pasien.

Ternyata, tidak hanya seorang pasien saja akan tetapi ada puluhan orang juga mengeluhkan rasa sakit dibagian yang sama.

Mencurigai dari gejalanya selain sakit perut, pasien juga selalu merasakan lemas maka dipastikan menderita sakit dikarenakan virus cacingan dalam hal cacing jenis Taeniasis akibat mengkomsumsi daging tidak dimasak yang berasal dari Babi.

Kemudian pihaknya meminumkan obat Praziquantel jenis kapsul kepada pasien, tak lama setelah itu keluar cacing dari anus sepanjang 2,8 meter.

Atas penemuan ini, lanjut Mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini, tentunya haruslah menjadi perhatian semua pihak dalam hal ini pemerintah terutama dalam penyediaan obatnya.

Diutarakannya, dimana harga obatnya tersebut tak mahal namun obatnya yang ada hanya Bangkok, Thailand. Sedangkan di Indonesia belum dijumpai.

Sementara itu, Dekan FK UISU, Dr Abdul Harris Pane Sp.Og menyatakan penemuan ini membuktikan keseriusan dari fakultas kedokteran membantu dan menjaga kesehatan masyarakat Sumatra Utara.

Masih dalam acara yang sama Kasi P2PM Dinkes Sumut, Yulia Mardiani menyebutkan segera melaporkan penemuan kepada pimpinannya.

Selain itu langkah yang ditempuh melakukan kordinasi dalam penyediaan obat-obatan bagi pasiennya.

Lanjutnya lagi karena menyangkut penularan dari daging hewan, pihak Dinkes Sumut juga akan berkordinasi dengan Dinas Peternakan.

Senada dengan itu, Kasi Surveilans dan Immunisasi Dinkes Simalungun, Jan Ripelman Sipayung, atas kejadian itu kita telah menggiatkan program penyuluhan pentingnya menjaga kebersihan.

Ia juga menghimbau sebelum mengkomsumsi daging sebaiknya dimasak terlebih dahulu guna menghindari penyakit tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga melakukan kordinasi dengan Dinas Perternakan agar menghimbau pemilik ternak untuk menata kandang dan juga kebersihannya.(*)

LEAVE A REPLY