Beranda BERITA TERBARU Trump Sebut Pembantaian Texas Bukan Soal UU Senjata, Tapi Mental

Trump Sebut Pembantaian Texas Bukan Soal UU Senjata, Tapi Mental

321
0
BERBAGI

TOKYO-maklumatnews.net–Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meyakini bahwa penembakan di Texas disebabkan oleh masalah kesehatan mental. Ia menampik jika hal itu disebabkan oleh undang-undang kepemilihan senjata di AS.

“Kesehatan mental adalah masalah Anda di sini,” kata Trump, mencatat bahwa berdasarkan laporan awal penembak itu adalah individu yang sangat gila.

“Ini bukan soal undang-undang senjata. Ini adalah masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi. Ini adalah kejadian yang sangat menyedihkan,” tutur Trump.

“Peristiwa yang sangat menyedihkan, tapi begitulah yang saya lihat,” imbuhnya Trump seperti dikutip dariĀ CNN, Selasa (7/11/2017).

Jawaban Trump muncul sebagai tanggapan atas sebuah pertanyaan selama konferensi pers bersama di Tokyo tentang apakah dia yakin tindakan pengendalian senjata adalah jawaban atas penembakan di Texas.

Sebelumnya, Trump mengecam penembakan Texas sebagai tindakan jahat dan menyebutnya mengerikan dalam sambutan publik pertamanya sejak serangan tersebut.

“Tindakan kejahatan ini terjadi saat korban dan keluarga mereka berada di tempat pemujaan suci. Kita tidak dapat mengatakan kata-kata rasa sakit dan kesedihan yang kita semua rasakan dan kita tidak dapat mulai membayangkan penderitaan orang-orang yang kehilangan yang mereka cintai,” Trump mengatakan di awal ucapannya yang sebelumnya dijadwalkan untuk para pemimpin bisnis di kedutaan AS di Tokyo.

Trump mengatakan “pikiran dan doanya” bersama para korban dan keluarga mereka, namun tidak menyebutkan rencana untuk mengambil tindakan legislatif atau tindakan kebijakan lainnya untuk menangani penembakan tersebut.

Trump sekali lagi mendesak persatuan dalam menghadapi penembakan massal terbaru dalam sejarah AS dan mengatakan bahwa itulah yang dilakukan orang Amerika “dengan baik.”

“Kami bersama-sama. Kami bergandengan tangan, kami mengunci lengan dan melalui air mata dan melalui kesedihan kami berdiri tegak, oh begitu kuat,” kata Trump.

Trump berjanji memberikan dukungan penuh pemerintahnya untuk negara bagian besar Texas dan semua pemerintah daerah yang menyelidiki kejahatan mengerikan ini

Pembantaian gereja pada hari Minggu terjadi di Sutherland Springs, Texas. Direktur regional Departemen Keamanan Publik Texas, Freeman Martin menyatakan 26 orang tewas dalam kejadian itu dan banyak yang terluka. Korbannya berusia antara 5 sampai 72 tahun.

Pelakunya diidentifikasi sebagai Devin Patrick Kelley (26), menurut dua petugas penegak hukum yang memberi penjelasan singkat mengenai situasi tersebut.

“Dia digambarkan sebagai seorang pria kulit putih muda yang mengenakan pakaian “tipe taktis” berwarna hitam dan mengenakan rompi balistik,” Martin mengatakan kepada wartawan.

Setelah pengejaran singkat, aparat penegak hukum kemudian menemukan tersangka tewas dengan luka tembak di dalam kendaraannya. “Pihak berwenang mengatakan mereka tidak tahu apakah luka itu ditimbulkan sendiri atau akibat dari seorang penduduk yang menembaki tersangka,” kata Martin.

(ian)
sindonews

LEAVE A REPLY