Beranda BERITA UTAMA Uang Suap Diberikan Cara Transfer ke Tiga rekening Berbeda, KPK: Modus Suap...

Uang Suap Diberikan Cara Transfer ke Tiga rekening Berbeda, KPK: Modus Suap Kepada Putu Berbeda Dengan Kasus Lain

460
0
BERBAGI
Net

MAKLUMATNEWS.NET,(JAKARTA)- Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut modus suap yang diberikan kepada Anggota Komisi III DPR RI I Putu Sudiartana berbeda dengan kasus lain. Pasalnya, dalam kasus ini, uang suap diberikan dengan cara transfer ke tiga rekening yang berbeda.

Sudiartana terjerat suap rencana proyek pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat. Selain dia, KPK juga menetapkan status tersangka terhadap sekretaris pribadi Sudiartana: Noviyanti, orang kepercayaan Sudiartana: Suhaemi, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Suprapto dan pengusaha bernama Yogan Askan.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan uang suap diberikan sebanyak tiga kali dari Yogan Askan. Rekanan Suprapto itu mentransfer uang ke Sudiartana sebesar Rp500 juta.

“Pemberian suap dari YA ke SPT kepada IPS dilakukan beberapa kali transfer. Transfer ini ada yang diberikan melalui MCH (Muchlis, suami Noviyanti) kemudian ada memberikan juga melalui rekening ada tiga rekening di sini,” jelas Laode dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016), seperti yang dirilis MetrotvNews.com

Laode mengakui suap melalui transfer ini merupakan modus yang berbeda dari operasi tangkap tangan lainnya. Sebab, biasanya KPK menangkap para pemberi dan penerima suap sekaligus uang yang akan diberikannya.

“Mengenai transfer memang modusnya agak berbeda, biasanya dengan kas kali ini diperintahkan ke sejumlah rekening,” kata Laode.

Laode menambahkan, proses transfer uang suap ini pun dilakukan pada waktu yang berdekatan, yakni pada Sabtu 25 Juni 2016 dan Senin 27 Juni 2016. Selain bukti suap transfer, KPK juga mengamankan uang sebesar 40 ribu USD Singapura yang ditemukan di rumah dinas Sudiartana saat penangakapan.

“Yang ditransfer itu Rp 500 juta dibagi dalam tiga kali transfer, Rp150 juta, Rp300 juta, lanjut Rp50 juta,” ujar Laode.

Lebih lanjut, Laode mengatakan, saat ini masih terus akan mengembangkan kasus ini untuk menelusuri apakah uang ini juga mengalir ke anggota DPR lain. “Masih akan diteliti oleh penyelidik dan penyidik KPK,” pungkas Laode.

Diketahui, I Putu Sudiartana resmi menjadi tersangka baru KPK. Dia diduga telah menerima suap terkait rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat.

Kasus bermula dari rencana Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang, dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat untuk pembangunan 12 ruas jalan. Suprapto ingin proyek senilai Rp300 miliar itu berjalan.

Suhaemi, yang memiliki koneksi ke anggota DPR RI, menjanjikan Suprapto untuk dapat memuluskan proyek 12 ruas jalan di Sumbar. Caranya, dengan memasukan proyek itu ke APBN Perubahan 2016.

Atas janji itu, Suprapto bersama Yogan kemudian memberikan suap sebesar Rp500 juta dan 40 ribu dolar Singapura. Fulus ditujukan kepada Sudiartana selaku legislator.

Uang sebesar Rp500 juta diberikan secara bertahap melalui beberapa transfer dari tiga nomor rekening, salah satunya milik Noviyanti. Dalam penangkapan, penyidik juga mengamankan bukti transfer dan SGD40 ribu di rumah Sudiartana.

Yogan Askan dan Suprapto pun ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara, Sudiartana, Noviyanti, dan Suhaemi jadi tersangka penerima suap. Mereka disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(Metrotvnews.com/chan)

LEAVE A REPLY