Beranda BERITA TERBARU Warga Koto Tangah Mencari Keadilan

Warga Koto Tangah Mencari Keadilan

558
0
BERBAGI

PADANG- MAKLUMATNEWS.NET- Jeritan warga Balai Gadang Koto Tangah memohon  keadilan  bernama Afriani yang meminta agar dia bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia. Sebab sebagai warga Indonesia dimata hukum sama. Selama ini keadilan dirasakannya tidak ada berpihak padanya.

Isi surat pengaduan Afriani;

Kami (Afriani) memiliki sebidang Tanah Pusako Tinggi, dengan luas lebih kurang 5000 Meter, yang terletak di Kelurahan Balai Gadang RT 002/RW 012 Kecamatan KotoTangah Kotamadya Padang yang dikuasai secara turun temurun, dan kemudian dibangun rumah semi permanen. Namun jalan masuk melalui milik Kaum Suku Koto, maka kami terlebih dahulu meminta izin dan memberikan Uang Silih Jarih (sebagai jual beli) kepada Kaum Suku Koto.
Kehidupan kami damai dan tenteram baik kaum Suku Koto maupun Kaum Suku Jambak (tidak ada permasalahan ) baik jalan masuk maupun keluar. Namun setelah Kaum Suku Koto menjual tanah kepada Saudara Jimmi Usman yang terletak diantara jalan masuk/keluar ke dan dari rumah Ibu Rosmanidar (Afriani anak kandung), kemudian setelah saudara Jimmi Usman membangun rumah sebelah kanan dan toko sebelah kiri dari jalan masuk/keluar rumah Ibu Rosmanidar (Afriani) tidak ada terjadi permasalahan, karena diantara kami dan Saudara Jimmi Usman sama-sama mengetahui bahwa jalan masuk dan keluar tersebut tidak termasuk yang dibeli Saudara Jimmi Usman, waktu itu kami tidak ada permasalahan, kami hidup rukun dan damai selaku bertetangga. Namun setelah Orang Tua Kaum Suku Jambak (Rosmanidar) sudah uzur (masih hidup).

terjadi beberapa permasalahan antara lain :
1. Saudara Jimmi Usman dan Isteri datang ke rumah Ibu Rosmanidar dan diterima oleh Anak Ibu Rosmanidar (Afriani) untuk menyelesaikan Permasalahan Hutang Sapi antara Jimmi Usman dengan Ibu Rosmanidar, tetapi ditolak oleh Saudari Afriani karena pengembalian yang diberikan oleh Jimmi Usman tidak sesuai dengan Perjanjian Awal dengan ibu Rosmanidar.

2. Saudara Jimmi Usman marah dan mengatakan kepada Saudari Afriani bahwa tidak ada lagi akses jalan masuk dari dan ke rumah Ibu Rosmanidar

3. Setelah itu Saudara Jimmi Usman memperkecil jalan masuk ke rumah Ibu Rosmanidar dengan
cara menutup parit dengan pasir dan tanah kemudian meletakkan bahan material (pasir, kerikil dan bebatuan) dan alat bangunan (Molen) disebelah kiri dan kanan jalan yang menghalangi
kendaraan keluar masuk ke rumah Ibu Rosmanidar (Afriani)

4. Kemudian Saudara Jimmi Usman memasang Plang dengan tulisan “Dilarang melewati Hak
Milik Maret 1987” (Foto terlampir).

5. Saudara Jimmi Usman memasang spanduk didinding pagar dengan kata dituliskan (Foto terlampir).

6. Saudara Jimmi Usman telah melarang tamu melewati jalan masuk menuju Rumah Kosan Saudari Afriani dan melakukan pengancaman (akan merusak mobil dengan kayu balok) dan ini disaksikan oleh tamu tersebut, dan ini seringkali dilakukan oleh Saudara Jimmi Usman sehingga. setiap tamu merasa tidak nyaman dan menyebabkan Usaha Rumah Kosan dan PenjualanTiket Pesawat Saudari Afriani mengalami kerugian.

7. Saudara Jimmi Usman membuat Pemberitahuan dalam berbentuk surat yang dikirimkan kepada seluruh penjuru dan Instansi-instansi terkait seolah-olah jalan masuk tersebut adalah miliknya

8. Menurut laporan tetangga dan masyarakat disekitar lokasi bahwa Saudara Jimmi Usman meminta tanda tangan mereka. Dan ketika Saudara Jimmi Usman ditanya untuk apa tanda
tangan, Saudara Jimmi Usman menjawab untuk menentukan batas jalan yang ada menuju rumah Ibu Rosmanidar

9. Ternyata Saudara Jimmi Usman memberikan keterangan palsu dalam bentuk yang diucapkan dengan yang tertulis berbeda, sebab kalau Saudara Jimmi Usman jujur tidak akan pernah dapat tanda tangan, maka masyarakat merasa tertipu yang berakibat sebagian dari mereka mencabut tanda tangannya termasuk Ketua RT 002 RW 012 Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kotamadya Padang

10. Saudara Jimmi Usman melaporkan Saudari Ismawati (anak kandung Ibu Rosmanidar) ke Polresta Padang dengan laporan Penghinaan tahun 2018, kemudian telah diputuskan oleh
Pengadilan Negeri Padang bahwa perkara tersebut termasuk ke dalam Tindak Pidana Ringan (cepat diproses) Terima kasih kepada Bapak Penyidik

11. Saudari Afriani melapor ke Polresta Padang dengan Nomor Laporan : LP/835-A/K/IV/2018 / SPKT UNIT II. Tanggal 03 April 2018 tentang Pengrusakan (Albamdulillah belum ditindaklanjuti sampai saat ini, maklum orang miskin).

12. Sampai saat ini Saudara Jimmi Usman mengklaim bahwa jalan masuk tersebut adalah miliknya tanpa memperlihatkan Bukti Sah (Sertifikat dan Akta Jual Beli). Malah hari ini pada tanggal 18 Maret 2019 jam 10.00 Wib memasang beton otomatis jalan masuk dan keluar tidak bisa dilewati, dan ketika Saudari Afriani menanyakan langsung malah didorong oleh Saudara Jimmi Usman yang kemudian Afriani pergi melapor ke POLSEK Koto Tangah. Kemudian turun Babinkamtibmas namun tidak ada penyelesaian, kemudian Afriani datang lagi ke POLSEK Koto Tangah dan bertemu dengan Bapak Kapolsek dan Bapak Mardianto, beliau mengatakan bahwa surat Jimmi Usman lengkap namun tidak pernah diperlihatkan, kemudian Kapolsek menyampaikan bahwa Saudara Jimmi usman akan menutup jalan apabila Ibu Rosmanidar telah meninggal dunia.

13. Berdasarkan pernyataan ahli waris Kaum Suku Koto (Alm Awin) bahwa jalan masuk/keluar dari dan ke rumah Ibu Rosmanidar (Afriani) seluas lebih kurang 3 Meter tidak pernah dijual
kepada Saudara Jimmi Usman. TIDAK PERNAH DIJUAL KEPADA SAUDARA JIMMI USMAN DAN KEPADA SIAPAPUN (Foto copi surat pernyataan terlampir) bahkan saksi- saksi bersedia hadir apabila dibutuhkan oleh pihak Penegak Hukum

Adapun upaya yang telah dilakukan adalah :

1. Melapor ke Ketua RT 002, Ketua RW 012, Lurah Balai Gadang, Personil Babinkamtibmas, namun saat ini tidak ada tindak lanjut

2. Melapor ke Ketua KAN Koto Tangah, penghulu. Ninik Mamak namun juga tidak ada tindak lanjut. Menurut Saudara Jimmi Usman percuma saja melapor tidak akan ditanggapi.

3. Saudari Afriani dan keluarga mendatangi kantor POLSEK Koto Tangah pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019 jam 12.30 Wib untuk melaporkan peristiwa tersebut diatas dan diterima oleh Bapak Iptu Nusirwan. Bapak IPTU Nusirwan menyuruh untuk menunggu Personil Babinkamtibmas turun ke lokasi, tetapi Babinkamtibmas tidak jadi turun ke lokasi, malahan disuruh membuat laporan secara tertulis. Karena kami merasa laporan kami tidak diterima
dikantor POLSEK Koto Tangah, kami pergi ke Kantor POLRESTA Padang pada pukul 15.30 Wib dan diterima oleh polisi dengan pakaian preman di Pos Penjagaan POLRESTA Padang. Dan polisi tesebut mengatakan ini adalah wewenang POLSEK Koto Tangah, jadi kami disuruh kembali ke POLSEK Koto Tangah (macam main sepak bola).

4. Pada hari kamis tanggal 28 Februari 2019, kami berniat melapor ke POLDA Sumatera Barat sesampainya di POLDA Sumatera Barat kami mendapatkan telpon dari Rangga (Penyidik!
Polresta) untuk menghadiri Sidang Tindak Pidana Ringan di Pengadilan Negeri Padang

5. Padan tanggal 8 Maret 2019, kami mendatangi kantor POLSEK Koto Tangah untuk menghantarkan laporan tertulis seperti yang diminta Bapak IPTU Nusirwan namun tidak ditindaklanjuti karena menurut informasi Kapolsek Koto Tangah Saudara Jimmi Usman LOYAL.

6. Kami bingung dan tidak tahu kemana lagi harus mengadu, mohon petunjuk dari Bapak apa yang harus kami lakukan sehingga jalan masuk menuju rumah kami bisa kami dapatkan sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Afriani, perbuatan Jimmi selama ini telah menzoliminya. meminta penegak hukum agar memproses pengaduannya, Juga bisa meluruskan persoalan yang dihadapinya, mintanya Afriani.

Hingga berita ini diterbitkan redaksi masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak yang berkompeten. (SON)

 

LEAVE A REPLY