Beranda BERITA TERBARU Wartawan Diusir Ketua DPC Gerindra Kota Padang, Ini Kata Ketua IKW RI...

Wartawan Diusir Ketua DPC Gerindra Kota Padang, Ini Kata Ketua IKW RI Sumbar

29
0
BERBAGI

Padang -maklumatnews.net- Ketua Ikatan Keluarga Wartawan (IKW) Republik Indonesia Provinsi Sumatera Barat Hendrizon, SH menyesalkan dan mengecam atas insiden tak menyenangkan dan pengusiran wartawan media siber kupaspost.com, yang dilakukan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang, Syafrial Kani, Jumat (3/8) lalu.

Peristiwa itu terjadi saat Sekretariat DPC Partai Gerindra menggelar aksi Vaksinasi. Syafrial Kani yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kota Padang itu dengan pongah dan arogan mengusir dengan nada kasar terhadap Arie, wartawan Kupaspost.com.

“Angku manga kasiko, marekam-rekam? Iko alek den, den nan punyo alek, den tau sia angku dan rekaman angku banyak di den (Anda ngapain kesini, merekam-rekam. Ini hajat saya, saya tahu siapa anda dan rekaman anda banyak sama saya-red minang),” ujar Yal Kani sembari berdiri berhadapan dengan wartawan kupaspost.com.

Tidak terima ditolak mentah-mentah, Arie kemudian menanyakan apa yang terjadi dan apa maksud perkataan dari Syafrial Kani. Padahal dirinya diundang untuk datang ke Sekretariat DPC Partai Gerindra Kota Padang.

“Apo nan tajadi bang? ndak ngarati apo persoalan, kok abang ngusir. Ndak ado marekam, ambo kasiko di undang kok bang,” ujarnya.

Hendrizon, SH selaku Ketua Ikatan Keluarga wartawan (IKW RI) Sumbar bersuara, menurutnya tidak bagus seorang pejabat publik mengeluarkan perkataan demikian, apalagi kepada wartawan.

“Beliau (Syafrial Kani-red) adalah ketua partai, bahkan seorang Ketua DPRD di Kota Padang, tidak sepantaanya bicara kasar apalagi mengusir wartawan dengan secara kasar,” kata Hendrizon.

Hendrizon juga menyampaikan berdasarkan UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999, Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Selanjutnya, Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Selanjutnya, kata Hendrizon, pasal 18 ayat 1 Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers juga mengatur tentang ancaman pidana yaitu setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan (3) dipidana dengan penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah), adapun dalam Pasal 4 ayat (3) disebutkan bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan dalam Pasal 4 ayat (4) disebutkan dalam mempertanggung jawabkan pemberitaan di depan umum, wartawan mempunyai hak tolak.

“Atas nama Ketua IKW RI Sumbar, Saya meminta bapak Syafrial Kani beretikalah dalam bersikap dan berucap sebagai Ketua Partai, maupun Ketua DPRD, tak pantas seperti itu, kasar seperti tidak berpendidikan,” ungkap pria yang juga seorang pengacara tersebut.

Ditambahkan Hendrizon, harusnya sebagai kader bahkan Ketua DPC Gerindra Kota Padang, Syafrial Kani menjaga “kemuliaan” kegiatan yang telah ditata oleh Andre Rosiade sebagai Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat.

“Kedatangan wartawan ke kegiatan vaksinasi yang digelar Gerindra itu sebagai bentuk partisipasi kepada DPD Gerindra Sumatera Barat yang saat ini dipimpin oleh Andre Rosiade. Kelakuan Syafrial Kani ini dinilai adalah suatu hal yang menciderai “perjuangan baik” DPD Gerindra Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Andre Rosiade,” kata Hendrizon.

Kejadian pengusiran wartawan tersebut juga disaksikan oleh beberapa orang wartawan di lokasi vaksinasi di Sekretariat DPC Gerindra Kota Padang. (FS)

LEAVE A REPLY